Special Plan: Raih laba Rp565,69 miliar di 2025, BNC fokus genjot kredit tahun ini
Raih Laba Rp565,69 Miliar di 2025, BNC Fokus Genjot Kredit Tahun Ini
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), atau BNC, menetapkan prioritas strategis untuk mempercepat penyaluran kredit tahun ini. Dalam laporan terbaru, perusahaan mencatatkan laba bersih mencapai Rp565,69 miliar pada akhir tahun 2025, melampaui Rp19,88 miliar yang tercatat pada 2024.
Kinerja Finansial yang Meningkat
Dalam dua tahun terakhir, BNC mencatat pertumbuhan signifikan dalam aset. Total aset perusahaan mencapai Rp18,97 triliun hingga Desember 2025, naik 8,99 persen dibandingkan Rp17,41 triliun di akhir 2024. Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh, mencapai Rp14,03 triliun, dengan kenaikan 7,37 persen dari Rp13,06 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan DPK didorong oleh kenaikan dana tabungan sebesar Rp3,50 triliun (dari Rp3,09 triliun pada Desember 2024) dan penjagaan stabilitas deposito di level Rp9,86 triliun. Sementara itu, non performing loan (NPL) net tetap terkendali pada 0,89 persen, menunjukkan kualitas aset yang terjaga.
“Kami berhasil mencatatkan peningkatan kinerja yang baik dengan tetap menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan model bisnis digital yang kami miliki,” ujar Direktur Utama BNC Eri Budiono dalam keterangan tertulis, Selasa.
Liquidity dan Profitabilitas
Kondisi likuiditas BNC tercermin melalui rasio loan to deposit (LDR) sebesar 51,21 persen dan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 614,93 persen. Di sisi profitabilitas, return on assets (ROA) meningkat menjadi 3,11 persen dari 0,10 persen, sementara return on equity (ROE) naik menjadi 15,13 persen dari 0,59 persen.
Rasio efisiensi operasional juga mengalami perbaikan. BOPO turun menjadi 84,18 persen dibandingkan 99,34 persen tahun sebelumnya, sementara cost to income ratio (CIR) tetap stabil di 31,33 persen. Net interest margin (NIM) mencapai 14,39 persen, menunjukkan daya saing yang lebih kuat.
Strategi Tahun 2026
Memasuki 2026, BNC akan mengutamakan penyaluran kredit yang berkualitas sambil memastikan ketatihan dalam pengelolaan risiko. Langkah ini diiringi upaya meningkatkan kapabilitas produk dan memperluas jaringan mitra untuk menopang ekosistem keuangan inklusif.
Salah satu inisiatif strategis yang siap diluncurkan adalah layanan buy now pay later (BNPL) dengan mitra yang direncanakan hadir di pertengahan 2026. “Inisiatif ini bertujuan memperluas akses pembiayaan yang aman, terukur, dan sesuai kebutuhan nasabah,” tambah Eri Budiono.
BNC juga mempertahankan modal inti sebesar Rp4,03 triliun, naik dari Rp3,32 triliun di tahun sebelumnya. Rasio kecukupan modal (CAR) meningkat menjadi 49,07 persen, sejalan dengan peningkatan laba bersih yang berkontribusi pada stabilitas keuangan perusahaan.