Latest Program: Menbud tekankan upaya kolaboratif dalam pelestarian cagar budaya
Menbud Tekankan Peran Kolaboratif dalam Pelestarian Cagar Budaya
Jakarta – Dalam kunjungan ke Gedung Paseban Tri Panca Tunggal dan Gedung Kesenian Raksa Wacana di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menggarisbawahi pentingnya peran bersama dari berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan budaya. Menurutnya, keberhasilan melestarikan bangunan cagar budaya tidak bisa dicapai tanpa partisipasi aktif masyarakat, pemerintah, maupun institusi lain.
Paseban Tri Panca Tunggal: Simbol Budaya dan Sejarah
Gedung Paseban Tri Panca Tunggal, yang berlokasi di Kelurahan Cigugur, menjadi pusat budaya Sunda Wiwitan. Masyarakat adat Karuhun Urang (AKUR) menjaga ajaran tradisional ini, yang mengedepankan lima prinsip kesempurnaan manusia. Selain itu, bangunan tersebut juga berfungsi sebagai tempat lahirnya tradisi Seren Taun, upacara syukur panen yang mewakili harmoni masyarakat dengan lingkungan alaminya.
“Kita harus sama-sama menjaga warisan budaya ini. Kita akan terus mendukung dan memanfaatkan bersama-sama supaya warisan budaya bisa tetap lestari dan berkelanjutan. Kita fokus mendukung kemajuan kebudayaan, termasuk cagar budaya Paseban Tri Panca Tunggal,” ujar Fadli Zon pada Minggu di Jakarta.
Raksa Wacana: Ruang Kreativitas Generasi Muda
Saat mengunjungi Gedung Kesenian Raksa Wacana, Fadli menekankan bahwa kehadiran bangunan kesenian di setiap kabupaten memiliki makna strategis. Ia menyatakan Kemenbud akan berupaya mendorong revitalisasi infrastruktur budaya, termasuk taman dan museum, dengan melibatkan pihak swasta serta individu yang peduli.
“Gedung-gedung kesenian di setiap kabupaten sangat penting. Kita akan dukung revitalisasi kesenian, taman budaya, dan museum, serta melibatkan semua pihak, mulai dari kementerian hingga pihak swasta,” tambah Menbud.
Gedung Raksa Wacana dibangun berdasarkan visi H. Aang Hamid Suganda, tokoh utama pembangunan di Kuningan. Nama “Raksa Wacana” mengandung makna “mempertahankan amanah” atau “memelihara ucapan” dalam budaya Sunda. Visi ini diwujudkan melalui bantuan ekonomi dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Raksa Wacana Agri Purnama, yang berdiri sejak 1995.
Di masa kini, Gedung Kesenian Raksa Wacana bertransformasi menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal akar budayanya sejak dini. Fadli Zon menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini akan memperkuat keberlanjutan warisan budaya, dengan harapan gedung-gedung kesenian di seluruh Indonesia bisa tumbuh menjadi pusat budaya yang dinamis dan mencetak generasi kreatif yang menjunjung identitas nasional.