New Policy: Mentan: Stok beras RI stabil 4,5 juta ton di tengah gejolak Timteng

Mentan: Stok Beras RI Tetap Stabil 4,5 Juta Ton di Tengah Gejolak Timur Tengah

Makassar, Sulawesi Selatan

Menyikapi situasi gejolak di Timur Tengah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok beras cadangan pemerintah, yang dikelola Perum Bulog, masih terjaga dengan baik. Saat ini, stok mencapai 4,5 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. “Stok beras saat ini sekitar 4,5 juta ton, dan ini menjadi bukti bahwa kita tidak perlu meragukan keamanan pangan,” ujar Mentan saat mengunjungi Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

“Sekarang ini, stok beras mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah. Jadi, tidak ada alasan untuk khawatir,” tambahnya.

Menurut Mentan, peningkatan tersebut tercapai berkat kebijakan pemerintah yang mengarah pada peningkatan produksi beras dalam waktu singkat. Kebijakan ini mencakup peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram, pengurangan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, transformasi pertanian modern, serta berbagai langkah strategis lainnya. “Dengan arahan Bapak Presiden Prabowo, program prioritas utama dapat meningkatkan produksi beras dalam waktu yang relatif singkat, hanya dalam satu tahun,” jelasnya.

Dalam mengejar ketahanan pangan, pemerintah terus memperluas kapasitas gudang. “Kondisi stok saat ini bahkan telah melebihi kapasitas gudang yang ada. Kita harus menambah ruang penyimpanan dengan skema sewa,” kata Amran. Ia menyebutkan bahwa kapasitas penyimpanan saat ini hanya 3 juta ton, tetapi sudah menyewa tambahan 2 juta ton. “Dalam 10 hingga 20 hari ke depan, stok bisa mencapai 5 juta ton. Tidak menutup kemungkinan mencapai 6 juta ton dalam dua bulan,” terangnya.

Di tingkat daerah, khususnya Sulawesi Selatan, stok beras juga mengalami peningkatan signifikan. “Di Sulawesi Selatan, stok beras sebelumnya hanya 300 ribu ton. Kini, kita mencapai 761 ribu ton, lebih dari dua kali lipat,” kata Mentan. Ia menegaskan bahwa peningkatan ini menjadi bukti keberhasilan kebijakan nasional. “Kita harus cek langsung, karena tidak mungkin pura-pura. Di sini, kita melihat truk-truk yang terus mengisi gudang, dan semua sudah penuh,” ujarnya.

Dengan kondisi stok yang melimpah, pemerintah optimis bahwa ketahanan pangan nasional tetap terjaga dalam jangka panjang. “Jika dihitung dengan stok, cadangan di sektor horeka, serta potensi panen yang sedang berlangsung, ketersediaan pangan untuk 11 bulan ke depan pasti aman,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa stok beras untuk rakyat Indonesia mencukupi kebutuhan selama periode tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *