Miliarder Kanada Ungkap Hal Tak Terduga Soal PHK Massal Gegara AI

Miliarder Kanada Ungkap Hal Tak Terduga Soal PHK Massal Gara-gara AI

Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dipicu oleh kecerdasan buatan (AI), Kevin O’Leary, seorang miliarder Kanada dan mantan investor dari Shark Tank, memberikan perspektif unik. Dalam podcast The Iced Coffee Hour, ia mengatakan bahwa AI justru meningkatkan nilai kreativitas manusia.

O’Leary menekankan bahwa profesi dengan gaji tinggi saat ini semakin membutuhkan kemampuan kreatif. “Semua orang berkata kamu harus jadi insinyur, insinyur, insinyur. Kini, kamu malah kembali menjadi seniman,” ujarnya, seperti yang dilaporkan Times of India, Minggu (5/4/2026).

“AI membawa peningkatan margin, arus kas, dan produktivitas secara bersamaan. Bukan hanya di satu sektor, tetapi di semua 11 sektor ekonomi,” tambah O’Leary.

O’Leary juga menyebut bahwa beberapa peran pekerjaan saat ini membutuhkan kemampuan bercerita kreatif melalui media sosial untuk menarik pelanggan. Meski dulu ia mempekerjakan konten kreator dengan gaji rendah, kini kinerja mereka diukur berdasarkan hasil yang terukur. “Dulu saya bayar mereka sekitar US$48.000 per tahun. Sekarang mereka bisa menghasilkan US$250.000 karena bisa dihitung berdasarkan akuisisi pelanggan setiap minggu,” katanya.

Menurut O’Leary, kemampuan menulis cerita, mengedit video, dan mengubahnya menjadi iklan sangat diminati di pasar. Ia berpendapat bahwa AI tidak menghancurkan pekerjaan, melainkan menciptakan industri baru yang belum terbayangkan. “Ini mirip dengan ketakutan dulu bahwa televisi akan membunuh radio, tetapi kenyataannya, AI justru membuka peluang di bidang-bidang yang belum ada sebelumnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *