Visit Agenda: Komandan PMPP TNI Jenguk Prajurit Luka-luka Buntut Serangan di Lebanon
Kunjungan Komandan PMPP TNI ke Prajurit Terluka di Lebanon
Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Dicky Komar, melakukan kunjungan ke tiga prajurit TNI yang terluka akibat serangan ledakan di wilayah Lebanon. Ketiganya sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Saint George, Beirut.
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah perwakilan dari PBB juga hadir, termasuk DCO Seceast UNIFIL Kolonel Inf A. Juni Toa dan Dirbinops PMPP TNI Kolonel Inf Untung Prayitno. Informasi dari National Information Office Pusat Informasi PBB di Indonesia, Siska Widyawati, menyebut kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada prajurit serta menegaskan komitmen negara terhadap perlindungan di lapangan.
Detail Korban dan Serangan
Sekitar tiga anggota TNI yang berpartisipasi dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) terkena cedera akibat ledakan yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Tiga prajurit tersebut adalah Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, dan Praka Deni Rianto. Kedatangan komandan dan delegasi dari Indonesia diharapkan menjadi bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga perdamaian.
“Kehadiran ini menegaskan komitmen negara, khususnya Pimpinan TNI, untuk tetap mendukung keselamatan prajurit yang bertugas di wilayah misi,” kata Siska Widyawati.
Mayjen Iwan juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh personel. Ia menegaskan bahwa prinsip pemeliharaan perdamaian dunia terus digencarkan melalui partisipasi Pasukan Garuda.
“Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga keamanan prajurit serta berkontribusi dalam upaya memelihara perdamaian dunia,” kata Siska.
Menurut Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, ledakan terjadi di fasilitas PBB dekat El Adeisse. Dua prajurit yang terluka mengalami kondisi serius dan sudah dievakuasi ke rumah sakit. Namun, sumber ledakan masih dalam penyelidikan.
“Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut. Saat ini, mereka sedang diperiksa di rumah sakit,” tutur Kandice Ardiel.
Kandice juga menyampaikan harapan agar semua korban luka dapat pulih sepenuhnya secepat mungkin. Kejadian ini menunjukkan pentingnya kehadiran pasukan perdamaian dalam situasi konflik, sekaligus menegaskan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan di wilayah operasi.