Topics Covered: Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala

Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala

Di tengah kesulitan yang dialami warga Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, para korban bencana banjir dan longsor menemukan harapan setelah bertemu langsung dengan Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian. Pertemuan yang berlangsung di lokasi bencana tersebut turut dihadiri sekitar 200 warga yang mengalami kesulitan, dengan duduk berkelompok di atas tikar sambil mendengarkan penjelasan Tito dan timnya yang baru tiba.

Permintaan Mendesak dari Penyintas

Selama ini, kondisi Desa Sekumur yang terpencil dan sulit dijangkau membuat warga merasa kurang yakin akan adanya perhatian dari pemerintah. Namun, kehadiran Tito Karnavian mengubah perasaan mereka. “Kami tidak menyangka Bapak bisa sampai ke sini, karena jalan ke desa ini teramat sulit. Tapi alhamdulilah, kondisi kami kini terlihat dari dekat,” ujar Mijah, salah satu korban bencana. Ia juga menyampaikan kebutuhan mendasar warga, seperti akses air bersih dan perbaikan tempat tinggal.

“Pak, tolong kalau bisa secepatnya dibuatkan sumur bor. Air bersih sudah sulit sekali di sini. Rumah kami juga banyak yang hancur,” kata Mijah.

Sementara itu, Deri, seorang ibu dua anak, menyampaikan permintaan untuk pembangunan hunian sementara komunal. “Harapan kami agar akses jalan kami diperbaiki, serta program pemulihan kampung segera dijalankan. Segala kebutuhan kami minta diperhatikan,” tambahnya.

“Saya langsung sampaikan ke Bapak Mendagri apa yang kami rasakan dan butuhkan. Meski belum tahu kapan dieksekusi, setidaknya sudah menyampaikan,” ungkap Mijah.

Langkah Pemerintah untuk Mempercepat Pemulihan

Kasatgas PRR menyatakan bahwa kunjungan mereka ke Desa Sekumur bertujuan untuk memastikan kebutuhan penyintas tidak terabaikan. “Masyarakat di sini sudah terkena bencana banjir akhir November lalu. Kami ingin mempercepat proses pemulihan agar mereka tidak terlalu lama mengalami kesulitan,” jelas Tito Karnavian.

Dalam rangka mempercepat pemulihan, pihak pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa 276 paket perlengkapan ibadah, 276 paket sembako, 276 paket peralatan dapur, serta lima unit penampungan air. Dampak dari upaya rekonstruksi dan rehabilitasi juga mulai terasa, terutama dalam normalisasi distribusi logistik, gas, dan BBM. Data pemantauan Satgas PRR per 8 Februari 2026 menunjukkan kemajuan signifikan di sektor infrastruktur dan layanan dasar.

Langkah Strategis untuk Pemulihan Masyarakat

Menko PMK Pratikno dan Mendagri Tito Karnavian meresmikan 117 unit hunian sementara di Agam, Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan pascabencana. Peresmian tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan bagi korban bencana di wilayah lain, termasuk Desa Sekumur. “Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan warga terpenuhi, baik air bersih, hunian, maupun akses jalan,” tegas Tito.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *