BNPB siapkan bantuan logistik di masa tanggap darurat bencana Ternate
BNPB Siapkan Bantuan Logistik untuk Wilayah Terdampak Bencana di Ternate
Kabupaten Ternate, Maluku Utara, menjadi fokus utama BNPB dalam upaya memenuhi kebutuhan logistik selama dua minggu terakhir. Pusat penanggulangan bencana telah mengatur pendistribusian bantuan ke wilayah kepulauan yang jauh, seperti Mayau dan Tifure.
“Koordinasi sedang dilakukan untuk mengerahkan KN SAR milik Basarnas, yang akan menjadi alat distribusi utama,” jelas Direktur Penanganan Wilayah I BNPB, Agus Riyanto, di Ternate, Minggu.
Dalam upaya ini, BNPB juga bekerja sama dengan Dinas Sosial serta TNI/Polri untuk memberikan dukungan trauma healing kepada warga yang terkena dampak gempa.
Kesiapan BNPB dalam Penanggulangan Darurat
Agus Riyanto menegaskan bahwa BNPB siap memberikan bantuan maksimal selama masa tanggap darurat di Maluku Utara. Pusat penanggulangan bencana juga menyatakan mekanisme perbaikan rumah rusak, baik akibat bencana alam maupun konflik sosial, akan dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan. Rakor yang diadakan BNPB berakhir dengan komitmen bersama instansi pemerintah untuk terus melayani masyarakat, termasuk selama libur nasional.
Detail Dampak Gempa dan Kondisi Terkini
Pascagempa bumi dengan magnitudo 7,6 yang mengguncang Maluku Utara pada 2 April lalu, data sementara menunjukkan bahwa 27 kecamatan dan 46 desa/kelurahan terkena dampak. Wilayah terkena meliputi Kota Ternate (7 kecamatan, 15 desa/kelurahan), Kota Tidore (7 kecamatan, 15 desa/kelurahan), serta Kabupaten Halbar (3 kecamatan, 3 desa), Halut (2 kecamatan, 2 desa), Halteng (4 kecamatan, 6 desa), dan Halsel (4 kecamatan, 4 desa).
Dalam rakor sebelumnya, Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe, menekankan pentingnya respons cepat dan terpadu terhadap bencana. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan korban meninggal, tetapi satu orang mengalami cedera ringan. Sementara itu, sekitar 2.000 warga terdampak, dengan 1.107 orang masih tinggal di lokasi pengungsian. Kerusakan fisik mencakup 99 unit rumah rusak berat, 66 unit rusak sedang, dan 139 unit rusak ringan.