New Policy: IRGC Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat AS di Isfahan

IRGC Iran Mengklaim Menembak Jatuh Pesawat AS di Wilayah Selatan Isfahan

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa mereka berhasil menetralisir sebuah pesawat AS di selatan Isfahan, yang sedang melaksanakan tugas pencarian pilot jet tempur F-15E. Insiden ini memperkuat keterlibatan kedua negara dalam ketegangan terbaru di wilayah yang kian memanas.

Menurut laporan Press TV, IRGC Iran secara resmi mengumumkan keberhasilan operasi pertahanan udara mereka. Pesawat AS diklaim sedang melakukan misi penyelamatan, bertujuan menemukan pilot dari jet tempur F-15E yang sebelumnya ditembak jatuh. Stasiun televisi tersebut juga mengutip pernyataan pertahanan udara Iran, yang menyebutkan bahwa mereka menetralisir pesawat tak berawak Hermes-900 yang diidentifikasi sebagai milik Israel.

Konteks Konflik

Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat, dengan kedua pihak terlibat dalam serangkaian aksi militer dan balasan di Timur Tengah. Sejak 28 Februari, konflik ini memuncak setelah AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap sasaran Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan dan korban di kalangan warga sipil.

Sebagai respons, Iran segera meluncurkan serangan balik, menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS. Awalnya, pihak AS dan Israel mengklaim serangan mereka diperlukan untuk menghadang ancaman dari program nuklir Iran. Namun, mereka kemudian menegaskan tujuan utama adalah mengubah kekuasaan di Iran.

Pernyataan dari Pihak AS

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pada Sabtu malam bahwa jet tempur F-15E telah ditembak jatuh di Iran. Ia menyatakan pilot pesawat tersebut berhasil diselamatkan dan berada dalam kondisi aman. Trump juga menegaskan bahwa puluhan pesawat AS lainnya terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut.

Kapten Tim Hawkins dari US Central Command mengatakan pesawat tersebut mendarat dengan aman pada Kamis (19/3), dan pilot dalam kondisi stabil. Pernyataan ini menunjukkan skala besar dari upaya penyelamatan yang dilakukan militer AS. Namun, Iran menolak gencatan senjata dari AS, karena tidak ada jaminan konflik tidak akan berulang.

Klaim menembak jatuh pesawat AS ini disampaikan setelah konflik berlangsung selama 34 hari. Rudal Kheibar Shekan, Zolfaghar, dan Qadr, serta drone, digunakan dalam serangan balik yang melibatkan Iran.

Militer Israel mengklaim melakukan serangan udara terhadap infrastruktur militer Iran, termasuk jet tempur F-14. Dalam konteks ini, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa informasi mengenai jatuhnya jet tempur F-15 Eagle adalah tidak akurat.

Sementara itu, insiden salah tembak di Kuwait menjadi sorotan, dengan AS dianggap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Eskalasi konflik regional ini memperlihatkan ketegangan yang semakin kompleks, terutama dengan adanya klaim menembak jatuh pesawat dan drone dari kedua pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *