BPBD Ternate Salurkan Bantuan Gempa Tahap Kedua untuk Pulau Batang Dua
BPBD Ternate Salurkan Bantuan Gempa Tahap Kedua untuk Pulau Batang Dua
Kota Ternate kembali mengirimkan bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa bumi melalui kapal laut. Bantuan ini merupakan tahap kedua yang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, dengan total empat ton bahan bantuannya. Aksi penyaluran dilakukan sebagai respons terhadap gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang perairan Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (02/4) lalu.
Sejumlah ribuan warga Ternate terpaksa mengungsi akibat bencana alam tersebut. Dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, BPBD menyatakan telah siap menyalurkan bantuan. Sumber logistik berasal dari Pemerintah Pusat serta berbagai pihak lokal. Penyaluran akan dimulai dari Pelabuhan Ahmad Yani Ternate menggunakan kapal milik Basarnas Ternate, Pandudewanata.
“Logistik ini merupakan gabungan sumbangan dari Pemerintah Pusat dan dukungan daerah. Proses distribusi diharapkan segera meredakan kesulitan warga,” ujar Kepala Seksi Logistik BPBD Kota Ternate, Samsuddin Samad.
Pengiriman bantuan dijadwalkan berlangsung sore hari, dengan durasi tempuh sekitar enam jam. Kapal tersebut akan mengangkut berbagai jenis perlengkapan seperti 100 paket sembako, 200 tikar, 50 box family kits, dan dua unit tenda. Bantuan ini penting untuk menopang kehidupan sehari-hari para korban, terutama di Pulau Batang Dua yang telah menjadi lokasi pengungsian selama empat hari.
Menurut data dari Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi, enam kecamatan di Kota Ternate terkena dampak signifikan. Terdapat 314 rumah rusak, termasuk 71 unit yang mengalami kerusakan berat. Total pengungsi mencapai 1.966 jiwa dari 568 kepala keluarga. BPBD terus berupaya memastikan penanganan yang memadai bagi para korban.
Di sisi lain, Polda Maluku Utara mengirimkan personel untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak. Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga bergerak cepat menyebarkan logistik. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengirim delapan truk bantuan untuk korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Polri juga menambahkan 4,4 ton logistik untuk mendukung operasi tanggap darurat.
Bantuan yang diberikan oleh Polri mencakup dua ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), 100 karton mi instan, serta dua unit tenda posko. Langkah ini bertujuan memastikan penanggulangan bencana berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang terkena dampak gempa.