Latest Program: Huntara di Desa Lubuk Sidup Ditargetkan Siap Ditempati 10 Hari Lagi
Huntara di Desa Lubuk Sidup Ditargetkan Siap Ditempati 10 Hari Lagi
Pembangunan 163 unit hunian sementara (huntara) di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang diklaim rampung dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian. Menurut Tito, struktur fisik hunian sudah siap untuk dihuni, dengan jaringan listrik yang telah selesai dipasang dan hanya menunggu aktivasi.
Kebutuhan Air Bersih dan Bantuan Pendukung
Untuk kebutuhan air minum, persiapan sumur bor sedang berjalan. Proses ini diawasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Huntara-huntara ini dibangun oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, 163 unit untuk masyarakat Lubuk Sidup. Lokasinya sangat strategis, terdapat ketinggian. Listrik sudah tersedia, tinggal diaktifkan. Air bersih akan datang melalui sumur bor yang sedang dibangun oleh BNPB,” jelas Tito saat meninjau lokasi, Sabtu (4/4).
“Ini adalah huntara yang dibangun oleh Bapak Menko Infra (Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono), 163 unit untuk masyarakat Lubuk Sidup. Kita lihat tempatnya sangat bagus, ada ketinggian. Listrik sudah masuk, tinggal on saja. Untuk air minum, tinggal air bersih menggunakan sumur bor dari BNPB,”
Komitmen Satgas PRR dalam Pemulihan Pascabencana
Satgas PRR memperkirakan seluruh fasilitas pendukung, termasuk aktivasi listrik dan sumur bor, akan selesai dalam 10 hari ke depan. Setelah itu, masyarakat akan langsung diperbolehkan menempati hunian sebagai awal dari kehidupan baru yang lebih layak dan aman. Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan berbagai bantuan, seperti uang lauk-pauk Rp15 ribu per orang per hari, bantuan ekonomi Rp5 juta per keluarga, serta perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta.
Dalam peninjauan di Desa Lubuk Sidup, Tito didampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta jajaran Forkopimda se-Kabupaten Aceh Tamiang. Progres pembangunan huntara di tiga provinsi yang terkena bencana hidrometeorologi menunjukkan pencapaian signifikan. Dari total rencana 19.135 unit, 17.084 unit telah selesai, atau mencapai 89 persen dari keseluruhan target.