Key Strategy: Huntara Segera Rampung, Penyintas di Lubuk Sidup Siap Mulai Hidup Baru
Huntara Segera Rampung, Penyintas di Lubuk Sidup Siap Mulai Hidup Baru
Pemulihan pasca-bencana di Sumatera semakin memperlihatkan kemajuan yang nyata. Terlihat dari kehampiran selesainya pembangunan 163 unit hunian sementara (huntara) di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Satgas PRR telah memastikan bahwa fasilitas fisik di lokasi tersebut siap digunakan, meski masih menunggu beberapa langkah akhir.
Keterangan dari Tito Karnavian
“Proyek ini dibuat oleh Menko Infra, Agus Harimurti Yudhoyono, untuk masyarakat di Lubuk Sidup. Lokasi sangat strategis, cukup tinggi. Listrik sudah tersedia, tinggal diaktifkan. Air bersih juga sedang dipersiapkan melalui sumur bor oleh BNPB,” jelas Tito dalam pernyataan tertulis, Minggu (5/4/2026).
Satgas PRR menargetkan seluruh pendampingan seperti pengaktifan listrik dan pengadaan air minum akan rampung dalam 10 hari ke depan. Setelah itu, warga akan diperbolehkan menempati hunian yang siap digunakan sebagai langkah awal dalam menegakkan kembali kehidupan yang lebih baik dan aman.
Dukungan Tambahan untuk Penyintas
Di samping pembangunan rumah, pemerintah juga memberikan bantuan pendukung. Ini mencakup uang belanja harian Rp 15 ribu per orang per hari, bantuan ekonomi Rp 5 juta per keluarga, serta perabotan rumah tangga senilai Rp 3 juta. Tujuannya adalah memastikan kelangsungan hidup masyarakat selama masa pemulihan.
Secara keseluruhan, capaian pembangunan huntara di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dari rencana 19.135 unit, sebanyak 17.084 unit telah selesai, atau 89 persen dari total target. Angka ini mencerminkan upaya Satgas PRR dalam mempercepat pemulihan, termasuk aspek sosial dan ekonomi.
Persiapan Fasilitas di Lokasi
Selama inspeksi, Tito didampingi oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta jajaran Forkopimda se-Kabupaten Aceh Tamiang. Proses ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung korban bencana menuju kestabilan yang lebih cepat.