Latest Program: Tinjau SPBE, Pertamina Patra Niaga Bersama ESDM Pastikan Distribusi LPG Optimal di Jakarta
Tinjau SPBE, Pertamina Patra Niaga Bersama ESDM Pastikan Distribusi LPG Optimal di Jakarta
Kunjungan ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dilakukan untuk memastikan proses pengisian gas LPG ke tabung berjalan sesuai standar keamanan. Pemeriksaan mencakup penimbangan, pengujian tidak adanya kebocoran, hingga penyegelan tabung sebelum didistribusikan ke masyarakat. Dalam rangka ini, Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, bersama Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengunjungi SPBE PT Sapta Arta Setia di Bekasi, Jawa Barat, serta beberapa pangkalan LPG di Jakarta. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan distribusi hingga tingkat pangkalan.
Kunjungan ke SPBE di Bekasi dilakukan pada Sabtu (4/4), sedangkan di Jakarta, inspeksi dilakukan di SPBE Pertamina Trading and Services Tanjung Priok serta pangkalan LPG lainnya. Pemeriksaan langsung dilakukan terhadap berat gas dalam tabung untuk memastikan konsistensi kualitas sebelum disalurkan. Laode Sulaeman menegaskan bahwa seluruh proses distribusi terpantau dengan baik, baik dari segi volume maupun keselamatan.
“Kita pertama kunjungi SPBE untuk memastikan penyiapan LPG berlangsung sesuai aturan keselamatan kerja. Berat LPG telah ditimbang sejak dua hari ini, dan semua proses distribusi terpenuhi dengan lancar,” jelas Laode Sulaeman.
Selain SPBE, inspeksi juga dilakukan ke tiga pangkalan LPG di Bekasi: Pangkalan Suwondo, Herman, dan Sriyatun. Di Jakarta, tempat yang ditinjau meliputi Pangkalan Sumaryono, Lusy Vebriana, serta Hioe Muk Sien. Pemerintah bersama Pertamina Patra Niaga terus mengawasi distribusi untuk memastikan ketersediaan LPG tabung 3 kg di seluruh wilayah Indonesia.
“Di pangkalan, kami timbang satu per satu tabung dan memastikan berat serta harga sesuai standar. Ini menunjukkan bahwa stok LPG aman, serta distribusinya dapat diandalkan,” tambah Laode Sulaeman.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyampaikan bahwa perusahaan terus berupaya memperluas akses LPG ke berbagai daerah. “Kami berkomitmen menjaga ketersediaan LPG di tingkat pangkalan, sehingga masyarakat bisa memperolehnya secara mudah dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan energi secara bijak dan membeli LPG secukupnya. Di Integrated Terminal (IT) Jakarta, Plumpang, perusahaan menjalankan standar operasional ketat untuk memastikan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) optimal. Mars Ega melakukan uji kualitas BBM dan pengecekan fasilitas SPBU, termasuk kondisi tangki dan dispenser.
Kunjungan Menteri Perdagangan menjadi tindak lanjut dari sosialisasi prosedur baru mengenai standar pengisian tabung LPG 3 kg. Berat normal sekitar 8 kg, terdiri dari 5 kg berat tabung dan 3 kg isiannya. Pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan tera metrologi tetap aktif dan akurat. Ombudsman RI juga turut meninjau langsung penyaluran LPG di DIY.
Sejumlah daerah seperti Sleman dan Banyumas berkomitmen menerapkan efisiensi energi serta transformasi digital dalam layanan publik. Pemerintah Sleman berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui edaran Kemendagri dan KemenPANRB. Sementara itu, Banyumas sedang mempertimbangkan kebijakan kerja jarak jauh (WFH) untuk ASN agar dapat meningkatkan efisiensi operasional.