Special Plan: Gresik Phonska di ambang juara putaran final four usai bekuk Electric

Gresik Phonska di Ambang Juara Putaran Final Four Usai Bekuk Electric

Surabaya – Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia memperkuat posisi mereka di babak final four Proliga 2026 setelah memastikan kemenangan kedua dengan mengalahkan Jakarta Electric PLN Mobile 3-0 (25-16, 25-15, 25-19) di Jawapos Arena, Minggu malam. Kemenangan ini membawa mereka hampir memastikan gelar juara setelah mengalahkan tim pesaing di putaran pertama. Sebelumnya, pada pertandingan Jumat (3/4), tim yang dipimpin Mediol Stiovany Yoku juga meraih kemenangan telak 3-0 atas Jakarta Popsivo Polwan.

Di klasemen sementara, Gresik Phonska mengisi peringkat pertama dengan 6 poin, disusul Jakarta Pertamina Enduro yang memiliki 4 poin, Jakarta Electric PLN dengan 2 poin, dan Jakarta Popsivo Polwan berada di posisi terbawah dengan 0 poin. Laga terakhir putaran pertama akan mempertemukan Gresik Phonska dengan Jakarta Pertama Enduro di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, pekan depan. Kemenangan dalam pertandingan tersebut akan menentukan tim yang lebih unggul di babak empat besar.

Kapten Jakarta Electric PLN Mobile, Agustin Wulandari, mengakui bahwa Gresik Phonska bermain lebih konsisten, sehingga layak memenangkan pertandingan.

“Sebenarnya tim pelatih sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi Gresik Phonska, tetapi hal itu tidak berjalan dengan baik. Kami melakukan banyak kesalahan, terutama penerimaan bola servis,”

katanya.

Asisten pelatih Jakarta Electric PLN Mobile, Anantachai Yoonprathom, menambahkan bahwa timnya tidak bermain optimal dan mencatat setidaknya 20 kesalahan dalam pertandingan, yang berarti memberi poin tambahan kepada lawan.

“Pertandingan hari ini menjadi pelajaran untuk tim kami, agar bisa melakukan perbaikan dan lebih siap menghadapi laga berikutnya,”

kata pria asal Thailand tersebut.

Pertandingan antara Gresik Phonska dan Jakarta Electric PLN diprediksi akan berlangsung sengit karena kedua tim memiliki komposisi pemain yang seimbang, termasuk pemain asing. Namun, sejak set pertama hingga ketiga, Electric PLN hanya memberi perlawanan awal, kemudian Gresik Phonska bermain dominan berkat serangan dari Annie Valentine Mitchem dan Oleksandra Bytsenko. Mitchem, pemain asal Amerika Serikat, mencetak 25 angka, sementara Bytsenko membukukan 14 poin.

Pada set ketiga, pelatih Gresik Phonska, Alessandro Lodi, menerima kartu kuning kedua (kartu merah) karena protes berlebihan, yang membuat lawan unggul 10-8. Meski demikian, Mediol Stiovany Yoku dan rekan-rekannya mampu mengejar dan berbalik unggul 20-16 sebelum akhirnya menang 25-19.

“Secara keseluruhan, para pemain tampil sangat bagus dan layak mendapat apresiasi. Kami juga meraih banyak poin dari servis,”

kata Lodi, pelatih asal Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *