New Policy: Korps Garda Revolusi Iran: 5 Prajurit Gugur dalam Serangan AS Israel di Ardabil
Korps Garda Revolusi Iran: 5 Prajurit Gugur dalam Serangan AS-Israel di Ardabil
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa lima anggota pasukannya tewas dan satu lainnya terluka akibat serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di daerah Provinsi Ardabil, yang berada di bagian utara barat Iran. Insiden ini menimbulkan reaksi yang tajam dari pihak Iran, yang menganggap serangan tersebut sebagai bagian dari upaya menghancurkan kekuatannya.
Serangan terjadi pada Minggu, 5 April, dengan pernyataan resmi dari IRGC menyatakan kerugian yang signifikan terhadap pasukan militer Iran. Menurut laporan, lokasi serangan berada di area stepa Mughan, tempat yang menjadi saksi bisu perang brutal yang disebut sebagai “tindakan musuh Zionis-AS” oleh pihak Iran.
Ekspansi Konflik dan Retaliasi
Peristiwa ini memperkuat ketegangan antara Iran dengan aliansi AS-Israel, yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada 28 Februari, pasukan AS dan Israel juga menyerang sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan korban warga sipil. Iran berbalik dengan menargetkan fasilitas militer AS dan wilayah Israel, memicu siklus kekerasan yang semakin tak terkendali.
Amerika Serikat dan Israel mengklaim bahwa serangan mereka adalah tindakan “pencegahan” yang diperlukan. Namun, narasi ini kemudian berubah menjadi upaya untuk memengaruhi kekuasaan di Iran.
Menurut laporan dari komando distrik Germi dan Parsabad, serangan terbaru mengakibatkan empat pejuang IRGC dan satu tentara dari Angkatan Darat Iran terluka atau gugur. Vahidi ditunjuk untuk menggantikan Mohammad Pakpour, yang tewas dalam serangan AS-Israel sebelumnya.
Peluncuran Serangan Berikutnya
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang keenam serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah. Serangan ini terjadi setelah rudal Israel ditembakkan ke Teheran, yang juga menyebabkan kematian pemimpin tertinggi Iran.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Khamenei tewas dalam serangan udara AS dan Israel, serta seorang panglima militer Iran juga gugur.
Insiden di Ardabil bukanlah tindakan terpisah, melainkan bagian dari operasi yang terus berlangsung. Rudal yang digunakan termasuk Kheibar Shekan, Zolfaghar, dan Qadr, serta drone. Serangan ini berpotensi memperpanjang dan memperumit konflik yang sudah berlangsung sejak 34 hari terakhir.