Special Plan: HIMKI Dorong Hub Distribusi Global, Perkuat Ketahanan Industri Mebel Hadapi Dinamika Geopolitik
HIMKI Usulkan Pembentukan Pusat Distribusi Global untuk Dukung Industri Mebel
Situasi geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia memaksa HIMKI mengambil langkah strategis untuk membangun hub distribusi global. Organisasi ini menegaskan pentingnya pengembangan infrastruktur pemasaran dan logistik internasional sebagai upaya memperkuat daya tahan industri mebel dan kerajinan nasional. Ketergantungan pada rantai pasok global yang terganggu akibat konflik Timur Tengah menjadi tantangan besar, dengan dampak nyata seperti penundaan pengiriman dan perlambatan pembayaran.
Ketua HIMKI, Abdul Sobur, menyatakan bahwa industri furnitur dan kerajinan sangat rentan terhadap perubahan politik internasional. “Gangguan pada jalur logistik telah menyebabkan barang tertahan dan transaksi melambat,” tulisnya dalam
sebuah pernyataan. Ia menekankan bahwa adaptasi menjadi kunci bagi keberlanjutan sektor ini dalam kondisi yang tidak stabil.
Langkah strategis HIMKI mencakup diversifikasi pasar ekspor serta penguatan jalur distribusi alternatif. Dengan membangun pusat pemasaran di Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada, organisasi tersebut berharap mengurangi ketergantungan pada wilayah tertentu. Strategi ini, menurut Sobur, bertujuan memperbaiki sistem distribusi agar lebih adaptif dan stabil.
Dalam lima tahun ke depan, Indonesia diproyeksikan meningkatkan kapasitas produksi furnitur sekaligus memimpin aspek desain dan keberlanjutan. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut menargetkan negara ini sebagai pusat manufaktur global, didukung hilirisasi kayu berkelanjutan dan peningkatan daya saing industri. Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor furnitur menjadi model penting dalam memperkaya ekonomi domestik.
Sektor ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global senilai lebih dari 736,21 miliar dolar AS. HIMKI juga menekankan pentingnya penguatan pasar dalam negeri sebagai langkah vital untuk melindungi industri dari tekanan eksternal. Dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan, pembiayaan, dan diplomasi perdagangan menjadi faktor penentu keberhasilan inisiatif ini.
Selain itu, HIMKI memfasilitasi
Designer Showcase di IFEX 2026
guna memperkuat kolaborasi desainer dan pelaku industri. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat internasional, seiring kekayaan desain yang menjadi nilai tambah utama. Organisasi tersebut optimistis bahwa ekspor furnitur memiliki potensi besar memenuhi kebutuhan pasar global yang mencapai miliaran dolar.