Topics Covered: Dubes Rusia: Keterlibatan Inggris dalam Serangan AS ke Iran ‘Langsung’ dan Berbahaya

Keterlibatan Inggris dalam Serangan AS ke Iran Dinilai Langsung dan Berisiko

Dubes Rusia untuk Inggris, Andrey Kelin, menyoroti keterlibatan langsung Inggris dalam operasi militer AS terhadap Iran, yang disebutnya berbahaya. Menurut Kelin, Inggris memungkinkan penggunaan pangkalan militer mereka oleh Amerika Serikat, sehingga menjadi bagian dari serangan yang menargetkan depot rudal Iran.

Kritik terhadap Dukungan Inggris

Kelin menyatakan bahwa klaim Inggris tentang hanya memberikan dukungan minimal kepada sekutu dan mendorong solusi diplomatik adalah menyesatkan. Ia mempertanyakan apakah pernyataan tersebut mencoba menipu publik atau mengalihkan fokus dari peran Inggris dalam konflik.

“Mengizinkan AS meluncurkan serangan dari pangkalan di wilayah Inggris adalah bentuk keterlibatan langsung, tidak terlepas dari tujuan politik,” tegas Kelin kepada RIA Novosti.

Serangan dan Balasan yang Memperparah Ketegangan

Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melakukan serangan terhadap sasaran di Iran, termasuk wilayah Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban. Operasi ini disebut “Roaring Lion” oleh Israel. Sebagai respons, Iran segera menargetkan wilayah Israel serta menghancurkan fasilitas militer AS di Timur Tengah, mempercepat eskalasi konflik.

Menurut Dubes Kelin, tindakan Inggris memperkuat persepsi bahwa negara tersebut terlibat dalam agenda yang lebih luas, bukan sekadar sekutu netral. Sementara itu, PM Inggris Keir Starmer mengonfirmasi bahwa London menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer. Namun, ini berdampak pada pengakuan bahwa Inggris bukan lagi berdiri di pihak netral.

Konteks Kebijakan Inggris

Sebagai langkah pencegahan, AS menarik sejumlah personel dari pangkalan Timur Tengah setelah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Rusia, yang mengecam tindakan ini, menegaskan bahwa pengeboman pangkalan AS di Qatar oleh Iran adalah respons yang wajar terhadap kebijakan Inggris.

Guterres mengklaim aksi pengeboman tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang bisa mengancam perdamaian global. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi secara tajam mengecam AS, menegaskan bahwa serangan ini merupakan perang terbuka terhadap negara tersebut.

Perubahan Narasi Serangan

Awalnya, AS dan Israel mengklaim operasi mereka bertujuan mencegah ancaman dari program nuklir Iran. Namun, pernyataan terbaru menyebutkan bahwa tujuan sebenarnya adalah mengubah kekuasaan di Iran, mengubah narasi dari pencegahan menjadi intervensi politik.

Kelin berpendapat bahwa keterlibatan Inggris dalam serangan AS ke Iran menciptakan ketegangan baru di Timur Tengah, dengan konsekuensi serius bagi stabilitas regional dan ekonomi global. Ini menunjukkan pergeseran sikap Inggris dalam kebijakan luar negerinya, yang kini dianggap sebagai bagian dari persaingan geopolitik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *