Latest Program: Riyanti Ananda: Bintang Baru Para Panahan Indonesia Raih Tiga Medali di Debut Internasional
Riyanti Ananda: Bintang Baru Para Panahan Indonesia Raih Tiga Medali di Debut Internasional
Pemanah muda Riyanti Ananda, yang baru bergabung dengan pelatnas pada Agustus 2025, langsung memperlihatkan keunggulan di ajang World Archery Para Series Bangkok 2026. Keberhasilannya meraih tiga medali dalam pertandingan ini menarik perhatian publik dan para pelatih. Dari 30 Maret hingga 4 April, kontingen Indonesia tampil di Thailand sebagai peserta utama.
Kejuaraan tersebut menjadi kesempatan bagi Riyanti untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia mempersembahkan dua medali emas dan satu perunggu, menunjukkan prestasi luar biasa meskipun masih dalam tahap awal karier. Berikut detail capaian terbaiknya:
Riyanti meraih medali pertama bersama Noviera Ross dalam nomor recurve beregu putri. Emas kedua didapatkan melalui duetnya dengan Kholidin di kategori recurve beregu campuran. Di sektor individu, ia juga sukses meraih perunggu di nomor recurve putri. Penampilan ini menegaskan potensi besar yang dimiliki atlet muda asal Tanah Air.
“Capaian dua emas dan satu perunggu merupakan prestasi yang patut diapresiasi,” ujar Pelatih Para Panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara.
Pelatnas memberikan dukungan signifikan kepada Riyanti, yang sebelumnya belum memiliki pengalaman di level internasional. Kini, dia menjadi salah satu tokoh baru dalam cabang olahraga ini. Dengan keberhasilannya, kepercayaan terhadap sistem pembinaan di Indonesia semakin meningkat.
Indonesia mencatatkan total tiga emas, satu perak, dan dua perunggu di World Archery Para Series Bangkok 2026. Klasemen akhir menempatkan negara ini di peringkat kedua, dengan India berada di puncak dengan tujuh emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Tiga medali emas Indonesia berasal dari Kholidin (recurve putra), Noviera Ross/Riyanti Ananda (recurve beregu putri), serta Riyanti Ananda/Kholidin (recurve beregu campuran).
Riyanti mengungkapkan rasa gembira atas prestasi ini. “Alhamdulillah, sangat bahagia dan bersyukur. Ini medali pertama saya di event internasional,” kata pemanah berusia 18 tahun tersebut. Ia menegaskan peran tim pelatih, NPC Indonesia, serta rekan-rekan atlet dalam mendukung proses pembentukan keahliannya.
Capaian ini menegaskan bahwa Riyanti siap menghadapi tantangan lebih besar, seperti Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade Los Angeles 2028. Dengan bakat yang menonjol, dia diprediksi akan menjadi andalan baru Indonesia di kancah olahraga para. Pencapaian awalnya ini menjadi batu loncatan untuk terus berkembang dan mengukir sejarah lebih lanjut.