Key Strategy: Ingin Buka Lagi Penjara Alcatraz, Trump Minta Dana Rp2,6 Triliun

Ingin Buka Lagi Penjara Alcatraz, Trump Minta Dana Rp2,6 Triliun

Washington – Pemerintah AS di bawah presiden Donald Trump mengajukan permintaan USD152 juta (sekitar Rp2,6 triliun) kepada Kongres untuk mengaktifkan kembali penjara Alcatraz. Partai Demokrat mengecam rencana ini sebagai “kegilaan” dan berkomitmen untuk menghambat pelaksanaannya.

Sejarah Penjara Alcatraz

Penjara Alcatraz, yang dulunya menjadi benteng di pulau berpengaruh di Teluk San Francisco, beroperasi sebagai tempat penahanan narapidana dari tahun 1934 hingga 1963. Fasilitas tersebut ditutup karena biaya operasional yang tinggi. Beberapa tokoh kriminal terkenal, seperti Al Capone dan George ‘Machine Gun’ Kelly, pernah ditahan di sana. Alcatraz dianggap sebagai salah satu penjara teraman dengan catatan tidak ada pelarian yang berhasil.

Konsep Penjara Alcatraz yang Diperluas

Trump pertama kali menyebut ide ini dalam postingan di Truth Social pada Mei lalu. Ia menulis, “Ketika kita menjadi bangsa yang lebih serius, di masa lalu, kita tidak ragu untuk memenjarakan penjahat paling berbahaya, dan menjauhkan mereka dari siapa pun yang dapat mereka bahayakan. Begitulah seharusnya.” Menurutnya, pembukaan kembali Alcatraz yang diperluas dan modernisasi akan dijalankan melalui kolaborasi dengan Biro Penjara, Departemen Kehakiman, FBI, serta Keamanan Dalam Negeri.

Kunjungan Tim Trump ke Alcatraz

Beberapa bulan kemudian, Menteri Dalam Negeri Doug Burgum dan mantan Jaksa Agung Pam Bondi mengunjungi lokasi tersebut. Bondi menyatakan bahwa fasilitas yang luar biasa itu bisa dimanfaatkan untuk menampung imigran ilegal.

Reaksi dari Nancy Pelosi

Menghadapi usulan pendanaan terbaru, Nancy Pelosi, mantan Ketua DPR AS, menulis di X bahwa proposal ini “absurd” dan harus ditolak mentah-mentah. “Saya akan bekerja sama dengan rekan-rekan di Kongres untuk menggunakan segala taktik parlementer dan anggaran yang ada untuk memblokir kegilaan ini,” janjinya.

Kritik dari Senator Scott Wiener

Senator Demokrat Scott Wiener dari San Francisco menuduh Trump berusaha mengubah atraksi wisata utama menjadi penjara yang tidak efektif dan mahal.

Iran menolak ultimatum 48 jam yang diberikan Trump, menganggap AS sebagai negara yang tidak berdaya dan gugup (sya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *