Facing Challenges: Viral Laporan Warga soal Parkir Liar Dibalas dengan Foto Editan AI, Pemprov DKI Jakarta Tegur Kelurahan Kalisari

Viral Laporan Warga soal Parkir Liar Dibalas dengan Foto Editan AI, Pemprov DKI Jakarta Tegur Kelurahan Kalisari

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui adanya kesalahan dalam proses validasi laporan warga soal parkir liar. Laporan tersebut, yang masuk melalui aplikasi JAKI, direspons dengan foto hasil rekayasa buatan Artificial Intelligence (AI). Budi Awaluddin, kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, menegaskan bahwa langkah perbaikan akan segera diambil, serta sistem pengawasan diperkuat agar kesalahan serupa tidak terjadi lagi.

“Biro Pemerintahan mengakui adanya kekeliruan dalam proses validasi. Selama ini belum pernah ditemukan bukti tindak lanjut pengaduan yang menggunakan foto hasil rekayasa AI,” ujar Budi dalam pernyataannya, Minggu (5/4/2026).

Sebagai tindakan korektif, Biro Pemerintahan akan mengambil langkah-langkah berikut: Pertama, mengirim surat teguran tertulis kepada Kelurahan Kalisari yang diduga melakukan pemalsuan bukti tindak lanjut. Kedua, memasukkan kembali laporan tersebut ke Dinas Perhubungan untuk penanganan lebih lanjut. Ketiga, menerbitkan Surat Edaran Sekretaris Daerah yang melarang penggunaan AI dalam penyampaian bukti tindak lanjut. Keempat, memberikan arahan khusus dalam Townhall Meeting terkait pengaduan berulang. Kelima, berkoordinasi dengan Inspektorat untuk menyusun sanksi bagi OPD/BUMD yang terbukti menipu.

Budi menjelaskan, selama Januari hingga Maret 2026, terdapat lebih dari 62.571 laporan dari masyarakat yang masuk melalui berbagai saluran, termasuk aplikasi JAKI dan sistem CRM terintegrasi. Laporan itu ditindaklanjuti oleh OPD/BUMD dan diverifikasi oleh Biro Pemerintahan.

“Dengan jumlah laporan yang besar, Diskominfotik akan membantu Biro Pemerintahan untuk mengidentifikasi bukti tindak lanjut yang kemungkinan menggunakan AI, agar proses verifikasi lebih akurat dan transparan,” tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa setiap laporan warga adalah bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Oleh karena itu, integritas dalam proses tindak lanjut harus dijaga. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini karena merusak citra petugas yang selama ini bekerja dedikatif dan responsif,” tambah Budi.

Pengguna media sosial @seinsh melaporkan masalah parkir liar di Pasar Rebo, Jakarta Timur, melalui threads. Dia mengaku telah menyampaikan laporan hingga tingkat kelurahan, namun masalah tidak terselesaikan. Saat melaporkan lewat aplikasi JAKI, tindak lanjutnya justru ditampilkan dengan foto editan AI.

“Ngurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya? Warga protes langsung ke pelaku tidak berhasil, udah lapor ke tingkat kelurahan tidak selesai, dan coba lapor lewat JAKI malah dikasih bukti palsu hasil edit AI (terlampir). Ada prosedur lain ngga ya?,” tulis @seinsh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *