Trump Ngaku AS Kirim Senjata Buat Demonstran Iran Lewat Milisi Kurdi
Trump Ngaku AS Kirim Senjata Buat Demonstran Iran Lewat Milisi Kurdi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa Washington pernah mengirimkan senjata kepada para pengunjuk rasa di Iran pada awal tahun ini. Ia menyebutkan senjata tersebut dikirim melalui pihak Kurdi, yang merupakan pengakuan pertama Trump mengenai upaya AS memanfaatkan demonstran Iran sebagai alat politik. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara bersama Fox News pada Sabtu (4/4), seperti yang dilaporkan Al Jazeera.
Konfirmasi dari Pihak Kurdi
Dalam wawancara, Trump menyatakan bahwa senjata yang dikirimkan tidak sampai ke tangan demonstran. “Kami mengirimkan banyak senjata kepada mereka, kami mengirimkannya melalui pihak Kurdi,”
katanya
. Menurut Trump, milisi Kurdi justru menyimpan senjata tersebut. Milisi ini selama ini menjadi sekutu AS dalam berbagai operasi militer di Timur Tengah, seperti Irak dan Suriah, khususnya dalam upaya memerangi ISIS.
Keterlibatan dalam Serangan ke Iran
Tak lama setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari, pasukan Kurdi diberi tugas tambahan untuk mendukung misi AS. Demonstrasi berdarah di Iran sejak akhir 2025 sempat menjadi alasan Trump mengintensifkan serangan ke negara tersebut. Namun, alasan penyerangan belakangan berubah-ubah. Sumber dari Israel dan AS mengonfirmasi kepada The Jerusalem Post bahwa pasukan Kurdi telah melakukan operasi darat di wilayah barat Iran setelah konflik pecah.
Menurut laporan, persiapan milisi Kurdi didukung oleh Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA). Wakil Kepala Staf Perdana Menteri Kurdistan, Aziz Ahmad, membantah bahwa pasukan tersebut sudah bergerak ke Iran. Ia mengklaim persiapan mereka tidak terkait dengan operasi ke negara itu. Hal ini menunjukkan perbedaan narasi antara pihak AS dan Kurdi mengenai keterlibatan milisi dalam konflik Iran.