Solution For: Viral Gajah Mati Diduga akibat Dicat Pink demi Konten Medsos, Ini Faktanya!
Viral Gajah Mati Diduga akibat Dicat Pink demi Konten Medsos, Ini Faktanya!
Kasus kematian gajah bernama Chanchal menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dugaan awal menyebutkan bahwa hewan itu meninggal karena diwarnai dengan cat pink. Namun, aktivis hewan mengkritik tindakan ini sebagai bentuk eksploitasi. Beberapa orang menyatakan bahwa pengecatan gajah demi keuntungan visual justru membahayakan binatang tersebut.
Kasus Pemotretan dan Penjelasan Pihak Terlibat
Insiden terjadi pada November 2025, ketika seorang fotografer Rusia, Julia Buruleva, memakai cat warna pink terang untuk membuat visual eksperimental. Ia menempatkan seorang wanita di atas tubuh gajah itu, yang kemudian menjadi viral. Meski tindakan ini mendapat perhatian luas, pihak pemilik mengklaim bahwa Chanchal telah berusia 65 hingga 70 tahun, usia yang dianggap sangat lanjut untuk spesies ini.
“Kematian Chanchal diduga kuat disebabkan oleh faktor usia, bukan karena proses pengecatan,” ujar perwakilan pemilik gajah.
Pewarna yang digunakan disebut sebagai ‘gulal’, bubuk alami sering digunakan dalam perayaan Holi di India. Bahan ini diaplikasikan secara singkat sebelum dibersihkan. Namun, kontroversi tetap berlanjut karena banyak aktivis hewan menilai bahwa tindakan mengecat tubuh gajah, apa pun alasan dan metode yang digunakan, tetap berisiko dan tidak etis. Mereka menekankan bahwa kulit gajah sangat sensitif terhadap bahan kimia, sehingga bisa menimbulkan dampak negatif.
Respon Aktivis dan Perspektif Tengah
Walaupun pihak terlibat membela tindakan mereka, tetap ada yang mempertanyakan keberlanjutan penggunaan cat pada hewan. Aktivis hewan menilai bahwa pemotretan ini mengabaikan kesejahteraan gajah, terutama di tengah usia yang sudah tergolong tua. Dengan demikian, kasus ini menjadi contoh bagaimana konten medsos bisa memengaruhi perlakuan terhadap binatang.