Meeting Results: Fraksi Gerindra dorong investigasi terkait serangan terhadap UNIFIL
Fraksi Gerindra Dorong Investigasi atas Serangan terhadap Pasukan Perdamaian UNIFIL
Jakarta – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyatakan pengecaman terhadap serangan Israel yang mengarah pada kerusakan pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon Selatan. Ia menekankan perlunya penyelidikan menyeluruh serta upaya mengurangi eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Menurut Budisatrio, tindakan serangan tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi PBB. “Serangan Israel di Lebanon Selatan memperparah perang gerilya, dan menyerang pasukan perdamaian di bawah mandat PBB adalah pelanggaran yang berat,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Selasa.
Kami mengecam serangan-serangan tersebut karena menghalangi upaya perdamaian di kawasan. Tindakan ini tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tambahnya.
Dalam insiden terbaru, tiga prajurit TNI kehilangan nyawa saat melaksanakan tugas. Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan proyektil di Ett Taibe, sedangkan Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan tewas dalam ledakan konvoi logistik UNIFIL di Bani Haiyyan.
Budisatrio mengungkapkan rasa duka mendalam atas kepergian para prajurit tersebut, yang dianggap sebagai kehilangan besar bagi bangsa. “Tiga putra terbaik Indonesia telah gugur saat menjalankan tugas negara,” katanya.
Fraksi Gerindra juga menuntut langkah konkret dari pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri untuk melakukan investigasi bersama UNIFIL secara transparan. “Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemlu untuk memastikan penyelidikan dapat berjalan lengkap dan adil bagi keluarga korban,” ujarnya.
Selain itu, Fraksi Gerindra mendukung permintaan pemerintah agar PBB segera mengadakan rapat darurat Dewan Keamanan. “Rapat darurat ini penting untuk mendorong deeskalasi konflik dan melindungi masyarakat sipil serta pasukan perdamaian,” lanjut Budisatrio.
Langkah-langkah tersebut dianggap krusial untuk menjaga stabilitas kawasan serta menjamin perlindungan maksimal bagi pasukan yang menjalankan misi internasional.