Solving Problems: Ini Daftar Saham yang Dikuasai Pemilik “Itu-Itu Saja”, Sinyal Risiko?
Ini Daftar Saham yang Dikuasai Pemilik “Itu-Itu Saja”, Sinyal Risiko?
Publikasi Data HSC: Langkah untuk Meningkatkan Transparansi Pasar Modal
Dari Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi merilis data mengenai konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC) di perusahaan emiten, mulai Kamis (2/4/2026). Langkah ini bertujuan memperkuat transparansi pasar modal, sehingga investor dapat memahami struktur kepemilikan saham yang dominan di tangan sejumlah kecil pihak atau kelompok terkait.
Penjelasan tentang Kepemilikan Terpusat
Dengan kata lain, saham dalam daftar HSC dimiliki oleh sejumlah kecil individu atau kelompok terkait, berbeda dari saham umum yang tersebar ke berbagai investor. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa publikasi ini bukan karena adanya pelanggaran, tetapi sebagai upaya memperluas akses informasi bagi saham-saham yang terbukti memiliki kepemilikan yang sangat terpusat.
“Ini bukan karena pelanggaran tertentu, tapi sebagai bentuk keterbukaan informasi untuk saham-saham yang terkonfirmasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Senin (6/4/2026). Menurutnya, data tersebut bisa menjadi peringatan dini bagi investor dalam memilih instrumen investasi, tanpa mengganggu mekanisme pasar yang berjalan.
Metodologi Penyusunan Data
Metodologi penyusunan data HSC melibatkan penilaian kepemilikan saham yang sangat terpusat, baik berupa saham fisik maupun rekening efek, berdasarkan status per 31 Maret 2026. Berdasarkan hasil yang diumumkan, terdapat sembilan perusahaan emiten yang memiliki tingkat kepemilikan terkonsentrasi di atas 95%.
Daftar Emiten dengan Kepemilikan Tinggi
Perusahaan yang masuk dalam kategori ini antara lain PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) dengan kepemilikan 99,85%, disusul oleh PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) sebesar 99,77%, dan PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) mencapai 98,35%. Selain itu, PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) memiliki konsentrasi kepemilikan 97,75%, sementara PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) berada di 97,31%. Emiten lainnya yang tergabung dalam daftar tersebut adalah PT Panca Anugrah Wisesa Tbk. (MGLV), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY), serta PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO), dengan kepemilikan di atas 95%.
Langkah Masa Depan OJK
OJK menyatakan bahwa ke depan, bekerja sama dengan SRO, mereka akan terus menyosialisasikan dan merilis data serupa secara rutin guna mendukung transparansi informasi di pasar modal Indonesia.