Special Plan: Menteri PPPA: Sekolah Rakyat bangkitkan semangat anak-anak

Menteri PPPA: Sekolah Rakyat bangkitkan semangat anak-anak

Program Sekolah Rakyat diresmikan pada Senin, 14 Juli 2025, di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jawa Timur. Di sana, 100 siswa tingkat SMP dan SMA resmi menghuni asrama sebagai angkatan pertama. Angka tersebut terdiri dari 50 siswa SMA dan 50 siswa SMP, dengan distribusi 28 perempuan serta 22 laki-laki.

Dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa keberadaan program ini mampu mengembalikan harapan dan cita-cita pada anak-anak. Ia menilai, kebahagiaan para peserta didik terlihat jelas. Anak-anak yang sebelumnya merasa sulit melanjutkan pendidikan kini memiliki peluang untuk berkembang secara maksimal.

Menurut Arifah, inisiatif Sekolah Rakyat memberikan solusi nyata bagi akses pendidikan di Indonesia. Program ini membantu mengurangi beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan belajar anak. “Dengan bantuan ini, orang tua bisa lebih tenang mengatur pendidikan anak mereka,” ujarnya.

Menteri PPPA juga menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya memberikan akses belajar, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun masa depan yang lebih baik. Di sana, para siswa diberikan kesempatan untuk tumbuh secara holistik. “Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, jadi mereka harus percaya diri dan manfaatkan peluang ini secara optimal,” tambahnya.

Program Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang

Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang sementara menempati Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Mancilan. Fasilitas tersebut didukung oleh 18 guru mata pelajaran, satu guru agama Islam, 10 wali asuh, 4 wali asrama, serta tenaga pendukung seperti petugas kebersihan, keamanan, dan juru masak. Dibawah pengawasan satu kepala sekolah, program ini berjalan secara terstruktur.

“Presiden Prabowo Subianto tidak menginginkan ada anak Indonesia yang tidak bisa makan, sakit, atau mengenyahkan pendidikan,” ujar Menteri Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *