New Policy: BI: Model GTAP jadi alat strategis analisis kebijakan ekonomi regional
BI: Model GTAP Sebagai Sarana Penting Analisis Kebijakan Ekonomi Regional
Purwokerto, Jawa Tengah
Dalam keterangan resmi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto menyatakan bahwa penerapan model Global Trade Analysis Project (GTAP) memberikan manfaat signifikan dalam menyusun kebijakan ekonomi daerah. Model ini, kata mereka, mampu menghasilkan rekomendasi yang didasarkan pada data serta mencakup aspek yang lebih luas.
Workshop aplikasi GTAP yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Pusat, ISEI Purwokerto, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (FEB Unsoed) menjadi ajang pembelajaran bagi peserta. Kepala KPwBI Purwokerto, Christoveny, dalam sambutannya menyebutkan bahwa dinamika ekonomi global yang semakin rumit dan tidak menentu membuat pemanfaatan GTAP semakin penting.
“Perubahan struktur industri global, disrupsi teknologi, volatilitas perdagangan internasional, serta dinamika geopolitik menjadikan proses pengambilan kebijakan semakin multidimensional,” ujarnya.
Christoveny menekankan bahwa kebijakan ekonomi tidak bisa diputuskan secara terpisah, tetapi harus menggabungkan pertimbangan lintas sektor dan wilayah. Ia menambahkan, pendekatan Computable General Equilibrium (CGE) melalui GTAP memungkinkan simulasi dampak berbagai kebijakan dan pembuatan rekomendasi berbasis bukti.
“Melalui workshop ini, peserta diberikan pemahaman konseptual serta pengalaman praktis dalam menggunakan model GTAP, mulai dari pengolahan data hingga penyusunan laporan kebijakan,” katanya.
Menurut Christoveny, KPwBI Purwokerto juga berperan sebagai penasehat bagi pemerintah daerah dan pihak terkait dalam memperkuat kebijakan ekonomi serta keuangan lokal. Ia menegaskan bahwa peran ini diperkuat melalui kerja sama dengan tim yang telah dibentuk, seperti Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), yang bertugas memfasilitasi kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.