New Policy: Mendiktisaintek minta kampus berikan dosen WFH satu hari dalam sepekan

Mendiktisaintek Minta Kampus Berikan Dosen WFH Satu Hari dalam Sepekan

Jakarta – Mendikbudristek Brian Yuliarto mengajak seluruh institusi perguruan tinggi di Indonesia untuk menyediakan jatah kerja dari rumah (WFH) bagi para dosen dan tenaga pendidik (tendik) sebanyak satu hari per minggu. “Kita mendorong kampus melakukan pemilihan dan evaluasi untuk tendik, sehingga bisa diadakan proses WFH satu hari dalam satu pekan,” terangnya kepada wartawan di Jakarta, Senin.

“Karena kampus dan prodi yang memahami mana mata kuliah yang bisa dilakukan hybrid atau PJJ, sementara mata kuliah intensif seperti hitungan rumus perlu digelar di kelas,” jelas Brian.

Menurut Brian, tiga langkah utama dapat mendorong efisiensi kerja di lingkungan pendidikan tinggi. Pertama, mengimplementasikan metode perkuliahan jarak jauh atau campuran. Kedua, mendorong digitalisasi administrasi dan urusan tata usaha kampus, baik PTN maupun PTS. Ketiga, memadatkan jadwal pengajaran dosen di hari tertentu agar satu hari bisa dialokasikan untuk WFH.

Brian menjelaskan bahwa penyesuaian ini membantu mengatur waktu dosen. “Misalnya, dosen bisa dikonsentrasikan pada Senin, Selasa, Rabu, Kamis, sehingga Jumat tersisa untuk bekerja di rumah. Dosen lain mungkin tidak masuk kantor di Senin atau hari lain,” tuturnya.

Edaran Mendorong Adaptasi Pola Kerja

Dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 2 April 2026, Mendikbudristek mengimbau perguruan tinggi untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh secara proporsional. Kebijakan ini ditujukan khusus untuk mahasiswa semester lima ke atas serta program pascasarjana, namun ada pengecualian bagi mata kuliah yang wajib tatap muka seperti praktikum, bengkel, studio, atau klinik.

Edaran tersebut juga menginstruksikan optimalisasi platform digital untuk kegiatan akademik dan administrasi. Dengan demikian, sistem kerja dan aktivitas akademik diharapkan lebih efektif, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan kenyamanan para pendidik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *