Main Agenda: Kemenkes-PKP kolaborasi renovasi 2.000 rumah pada 2026 guna cegah TBC

Kemenkes dan PKP Kolaborasi Renovasi 2.000 Rumah untuk Cegah TBC

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan melakukan kerja sama lintas sektor untuk merehabilitasi 2.000 unit rumah pada 2026. Tujuannya adalah memastikan pengembangan hunian yang memiliki sirkulasi udara optimal sebagai bagian dari upaya mengurangi penyebaran tuberkulosis (TBC).

Kolaborasi untuk Perbaikan Lingkungan Hunian

Kepala Kementerian Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa TBC sering ditemukan pada masyarakat yang berada di Desil 1-4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yaitu kelompok yang mendapatkan bantuan sosial. Menurut Benny, tingkat kesejahteraan kelompok ini menentukan keberhasilan upaya pencegahan TBC.

“Kuman TBC bisa bertahan lama di ruangan yang tidak ada sirkulasi udara yang baik. Sinar matahari, misalnya, bisa mematikan kuman dalam waktu 15-30 menit, tapi di rumah dengan ventilasi buruk, kuman tersebut bisa bertahan hingga berbulan-bulan,” ujar Benny di Jakarta, Senin.

Menurutnya, rumah yang tidak layak huni perlu diperbaiki agar tidak menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab TBC. Pada 2026, Kemenkes akan bekerja sama dengan PKP untuk merancang persyaratan renovasi, termasuk menentukan rumah yang dimiliki secara pribadi, bukan kontrak. Data sebanyak 3.000 unit rumah siap direnovasi telah diserahkan oleh pihaknya.

Kolaborasi ini juga melibatkan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kemendagri diberdayakan karena memiliki kewenangan atas rumah sakit dan puskesmas di daerah. Benny menekankan bahwa TBC tidak bisa ditangani sendirian oleh satu kementerian, melainkan memerlukan sinergi dengan lembaga lain.

Eliminasi TBC menjadi salah satu hasil program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam bidang kesehatan. Melalui kerja sama ini, pihaknya berharap bisa memperluas jumlah rumah yang direnovasi hingga 10.000 unit di tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *