Iran: Pendapatan transit Selat Hormuz jadi kompensasi kerugian perang
Iran: Pendapatan Transit Selat Hormuz Sebagai Pengganti Kerugian Perang
Istanbul – Pemerintah Iran, melalui Kantor Presiden, menyatakan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk kapal berlayar hanya jika pendapatan dari transit bahan bakar digunakan sebagai balas dendam atas kerusakan yang terjadi akibat perang.
“Selat Hormuz akan dibuka kembali jika sebagian pendapatan dari kegiatan transit dialokasikan untuk memperbaiki semua kerugian yang disebabkan oleh perang yang dipaksakan,” ujar Mehdi Tabatabai, wakil bidang komunikasi dan informasi Kantor Presiden Iran, dalam pernyataan di platform media sosial X.
Kawasan Selat Hormuz sedang dalam keadaan siaga sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dikabarkan telah menyebabkan kematian lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Tabatabai juga menyoroti sikap Presiden AS Donald Trump, dengan mengkritik pernyataan “hinaan dan tidak masuk akal” yang dilontarkan Trump karena rasa kecewa dan marah. Ia menuding Trump “memulai perang skala besar di wilayah tersebut, namun tetap membanggakannya.”
Sebagai respons, Iran melakukan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menyimpan aset militer AS. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk pertahanan diri. Setelah itu, Iran memutuskan untuk membatasi gerakan kapal melalui Selat Hormuz sebagai langkah strategis.