Key Discussion: China studi kelayakan proyek komputasi cerdas berbasis luar angkasa

China Mulai Evaluasi Proyek Komputasi Cerdas dari Luar Angkasa

Beijing, Rabu – Pemerintah Tiongkok tengah mengadakan penelitian kelayakan dan tinjauan pra-proyek untuk sistem komputasi cerdas berbasis luar angkasa, sebagaimana diungkapkan oleh seorang pejabat tinggi dari Administrasi Negara untuk Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional. Deputi Direktur Departemen Luar Angkasa Komersial, Yu Guobin, dalam acara Konferensi Industri Komputasi Antariksa 2026 di Beijing, menjelaskan bahwa timnya telah menyelenggarakan rapat pertama proyek ini serta diskusi dengan para ahli. Prosesnya berlangsung terstruktur, demikian dilaporkan oleh Science and Technology Daily.

Keunggulan Komputasi Berbasis Luar Angkasa

Komputasi berbasis luar angkasa mengacu pada pemanfaatan kekuatan komputasi di orbit, yang memungkinkan akses global tanpa hambatan melalui jaringan satelit. Berbeda dengan pusat data darat, keunggulan utamanya terletak pada kemampuan respons real-time dan cakupan luas. Yu menekankan bahwa proyek ini penting untuk mengatasi keterbatasan sistem komputasi di bumi serta memastikan pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.

“Pusat data tradisional dibatasi oleh konsumsi energi tinggi, keterbatasan ruang, biaya pendinginan yang besar, serta cakupan terbatas, sehingga sulit memenuhi kebutuhan akan komputasi berskala besar, ramah lingkungan, dan global,” kata Yu.

Komputasi berbasis luar angkasa menawarkan alternatif zero-carbon, berkelanjutan, dan mudah diakses. Dalam sistem konvensional, satelit hanya mampu mengumpulkan data dalam jumlah besar tetapi memiliki kekuatan komputasi onboard yang terbatas. Semua data mentah harus dikirim ke Bumi untuk dianalisis, dengan keterbatasan bandwidth yang signifikan, yaitu tingkat penggunaan data real-time kurang dari 10 persen.

Manfaat Teknologi di Orbit

Yu menjelaskan bahwa komputasi di luar angkasa memungkinkan pemrosesan data secara langsung di orbit, mengurangi latensi hingga beberapa detik. Deputi Direktur Departemen Pusat Data di Institut Penelitian Komputasi Awan dan Mahadata, Xie Lina, yang bertindak di bawah Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tiongkok, menambahkan bahwa satelit berbasis komputasi bisa membentuk koneksi laser untuk mencapai cakupan global tanpa hambatan.

“Dengan model ini, latensi data untuk skenario seperti peringatan dini bencana dan pemantauan sumber daya dapat berkurang dari beberapa jam menjadi hitungan detik, capaian yang tidak bisa dicapai oleh sistem darat,” ujar Xie.

Komputasi berbasis luar angkasa juga diperlukan untuk mendukung kebutuhan strategis nasional, seperti layanan darurat, observasi kelautan, dan ekspedisi kutub. Yu menyoroti bahwa teknologi ini memberikan keunggulan dalam hal akses global, kecepatan respons, dan keandalan layanan. Pemerintah Tiongkok, melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, sedang menggenjot pengembangan ekosistem industri komputasi berbasis luar angkasa.

Kementerian tersebut akan mendukung penelitian dengan perspektif jangka panjang, membangun sistem standar yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan keamanan. Selain itu, lembaga ini juga mendorong pengembangan teknologi baru seperti cip tahan radiasi dan komunikasi laser antarsatelit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *