Meeting Results: Kemendag imbau harga Minyakita tetap meski bahan plastik naik

Kemendag Imbau Harga Minyakita Tetap Stabil Meski Bahan Baku Plastik Naik

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengajak para pelaku usaha untuk tetap mempertahankan harga produk, khususnya Minyakita, meski terdampak kenaikan harga bahan baku plastik. Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipantau secara virtual di Jakarta, Senin, dihadiri oleh Direktur Bina Usaha Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra. Menurut Nawandaru, dalam 10 hari setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Lebaran, beberapa produk mengalami kenaikan harga, termasuk minyak goreng.

Naiknya biaya bahan baku bijih plastik berdampak pada harga produk yang dikemas dengan bahan tersebut, terutama minyak goreng. Nawandaru menekankan bahwa Minyakita tetap diharapkan menjaga harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) tanpa ada penyesuaian. “Minyakita harus tetap dipertahankan dengan harga HET, tanpa perubahan atau penyesuaian,” jelas Nawandaru dalam wawancara.

“Kami harapkan keberadaan Minyakita ini bisa menjaga harga, artinya preferensi masyarakat masih bisa terjaga dengan adanya ketersediaan Minyakita di pasar-pasar. Ini yang menjadi concern kami,” kata Nawandaru.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per 2 April 2026, harga minyak goreng premium mencapai Rp21.433 per liter (naik 0,05 persen), minyak goreng curah Rp19.081 per liter (naik 0,22 persen), dan Minyakita Rp15.877 per liter (turun 0,25 persen) dibandingkan minggu sebelumnya. Meski ada kenaikan pada produk premium dan curah, Nawandaru mengungkapkan bahwa hampir seluruh provinsi di Sumatera, Kalimantan, Jawa, sebagian Sulawesi, Bali, serta Nusa Tenggara Barat (NTB) menjual Minyakita sesuai HET.

Kementerian Perdagangan masih berupaya menurunkan harga di wilayah Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku, yang dipengaruhi oleh faktor distribusi. Nawandaru menjelaskan bahwa kenaikan harga di tingkat eceran masih terjadi karena distribusi yang belum optimal. Dengan adanya Minyakita, diharapkan masyarakat tetap bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *