Solving Problems: Steam Minta Maaf ke Komdigi, Salah Kaprah Asal Blokir Game
Steam Minta Maaf ke Komdigi, Salah Kaprah Asal Blokir Game
Perkembangan Terkini
Beberapa game di platform Steam diberi klasifikasi yang tidak sesuai standar, termasuk empat judul seperti Cyberpunk 2077 dan Persona 5 Royal. Komdigi mengungkapkan bahwa penggunaan sistem penilaian ini diduga berdasarkan Indonesia Game Rating System (IGRS), meski belum ada kesepakatan formal antara Steam dan lembaga tersebut.
Penjelasan Direktur Komdigi
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menyebut bahwa rating ini merujuk pada konten yang mengandung kekerasan, judi, atau pornografi. “Game tersebut tidak boleh beredar di sini. Hal ini mirip dengan pemblokiran yang umum dilakukan,” jelasnya, Senin (6/4/2026).
“Tadi pagi mereka mengirim email minta maaf karena adanya miskomunikasi. Mereka melewatkan satu tahap penting. Seharusnya mengirim laporan ke kita. Setelah itu, kita memberi greenlight untuk mereka menguji coba,” ucapnya.
Proses Penilaian yang Disalahpahami
Sonny menjelaskan bahwa Steam melakukan penilaian sendiri tanpa melibatkan pihak Komdigi. “Sistem IGRS dan penilaian Steam belum terhubung. Mereka menggunakan self-assessment, sehingga ada kesalahan dalam komunikasi internal,” tambahnya.
“Mereka mengirim email tanggal 13. Mengirimkan link untuk uji coba. Namun, kita belum mendapat obrolan. Kita ingin diumumkan terlebih dahulu. Jika mau diuji coba, itu sifatnya tertutup. Kami melakukan review dulu,” ungkapnya.
Langkah Selanjutnya
Sony memastikan semua game kini sudah kembali normal setelah penyesuaian klasifikasi. Selain itu, Komdigi berencana melakukan pertemuan dengan Steam secepatnya untuk memperjelas masalah ini.
“Kebetulan, saat ini sedang masa libur Paskah. Maka besok kita akan melakukan zoom meeting. Mungkin ada klarifikasi dari pihak Steam untuk menjelaskan permasalahan di sisi mereka,” tuturnya.
Koneksi dengan Sistem Internasional
Selain itu, Komdigi juga menyebut bahwa rating game di Indonesia akan terintegrasi dengan International Age Rating Coalition. Ini akan memudahkan pengenalan dan koneksi dengan sistem penilaian di negara lain, seperti di Google dan Apple.
“Termasuk platform-platform seperti Google dan Apple. Modelnya tetap self-assessment, tetapi akan terhubung dengan standar internasional,” ujarnya.