Key Discussion: Transaksi kripto melambat, OJK perkuat ekosistem industri
Transaksi Kripto Melambat, OJK Perkuat Ekosistem Industri
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan pengembangan industri kripto meski terjadi penurunan volume transaksi pada Februari 2026. Data menunjukkan nilai transaksi aset digital mencapai Rp24,33 triliun, lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan Rp29,28 triliun. Hal ini disampaikan oleh Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026.
Faktor Penyebab Perlambatan
Adi menjelaskan bahwa penurunan transaksi dipengaruhi oleh dinamika perekonomian global. Konflik geopolitik di Timur Tengah, terutama, berdampak pada siklus pasar. “Faktor global memainkan peran penting, terutama karena perubahan sentimen pasar akibat kejadian-kejadian geopolitik,” tambahnya.
“Ini tidak lepas dari faktor global. Siklus pasar, di mana sentimen pasar dengan beberapa kejadian, khususnya terkait geopolitik, juga berpengaruh pada platform keuangan terdesentralisasi di dunia,” kata Adi.
Kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat menjadi penyebab lain penurunan volume. Tingkat bunga yang tinggi mendorong likuidasi besar di posisi leverage, sehingga menekan aktivitas perdagangan. Selain itu, Adi menyebut bahwa tahun 2024 berlangsung sebagai fase pasar bullish yang kuat, namun pada 2025 mulai masuk ke fase konsolidasi.
Upaya OJK Memperkuat Ekosistem
OJK menekankan kebutuhan penguatan struktural ekosistem kripto. Langkah ini bertujuan menjaga kepentingan masyarakat dalam transaksi digital. Adi menjelaskan bahwa pihaknya mendorong peningkatan tata kelola bursa, sistem kliring, serta pengelolaan aset kripto. “Penguatan tata kelola akan memastikan perlindungan konsumen,” tambahnya.
Dalam kondisi pasar yang terus berubah, OJK berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan terukur. Dengan memperkuat regulasi dan kerangka kerja, instansi ini berharap mendorong pertumbuhan industri kripto yang berkelanjutan.