What Happened During: Anggota DPR ingatkan industri AMDK pastikan keamanan sumber air
Anggota DPR ingatkan industri AMDK pastikan keamanan sumber air
Jakarta – Tokoh dari Komisi VII DPR RI, Athari Gauthi Ardi, mengingatkan perusahaan industri air minum dalam kemasan (AMDK) untuk memastikan produk yang dihasilkan bebas dari bahan berbahaya. Ia menyoroti bahwa air tanah tidak sepenuhnya terjaga dari polutan modern, sehingga memerlukan pengawasan lebih ketat. Dalam wawancara di Kompleks Parlemen, Athari menekankan bahwa kualitas air minum bergantung pada kandungan kimia awalnya.
Kandungan Kimia Bisa Menjadi Ancaman
Athari mencontohkan insiden bromat yang pernah menimpa air minum di Sumatera Barat, menunjukkan bahwa polusi bisa terjadi meski sumber air dianggap aman. Ia menambahkan, proses filtrasi alami tidak cukup untuk melindungi air tanah dari senyawa baru yang masuk ke lingkungan.
“Penelitian membuktikan bahwa air tanah rentan terhadap kontaminasi modern,” ujarnya.
Pengelolaan Air Tanah dan Tantangan Ekstraksi
Keseimbangan penggunaan air tanah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Athari menjelaskan, pengisian ulang air tanah terjadi secara perlahan, dipengaruhi oleh kondisi geologis dan lingkungan sekitar. Kebutuhan industri AMDK yang berkelanjutan bisa menciptakan ketidakseimbangan antara pengambilan dan pengisian.
Perubahan penggunaan lahan, seperti pengembangan kota dan pengurangan area resapan air, semakin memperparah sistem pengisian alami. Menurut Athari, kondisi ini mengkhawatirkan bagi masa depan generasi muda.
“Kalau jangka pendek kelihatan aman, tetapi jangka panjang bagi anak-anak kita sangat memprihatinkan,” kata anggota DPR tersebut.