Banjir Demak akibatkan 12 rumah warga hanyut terbawa arus
Banjir Demak Akibatkan 12 Rumah Warga Hanyut Terbawa Arus
Kabupaten Demak dihantam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di enam titik. Bencana ini tidak hanya menciptakan genangan air, tetapi juga menyebabkan sejumlah rumah warga terbawa arus deras. Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Suprapto, terdapat 12 rumah yang hanyut, sementara sebagian lainnya mengalami kerusakan berat atau ringan.
“Belasan rumah warga yang hanyut berada di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Wilayah ini terletak dekat dengan titik jebol tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (3/4),” kata Suprapto di Demak, Senin.
Dalam laporan tambahan, Suprapto menyebutkan bahwa selain 12 rumah yang terbawa arus, ada enam unit rumah mengalami kerusakan berat dan sembilan rumah rusak ringan. Totalnya, 27 rumah warga terdampak banjir. Saat ini, warga yang rumahnya tidak bisa ditempati mengungsi ke tempat keluarga.
Tim BPBD Demak bersama relawan telah diterjunkan ke lokasi banjir yang kini mulai surut. Mereka fokus pada distribusi air bersih dan pembersihan jalan desa dari lumpur yang tertinggal setelah genangan air berkurang pada Minggu. Truk tangki milik BPBD, yang sebelumnya digunakan untuk menyalurkan air bersih, kini dialihkan untuk membersihkan jalan agar warga bisa kembali beraktivitas.
Pelaksana Tugas Dinsos P2PA Beri Bantuan Sembako
Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Kabupaten Demak, Agus Herawan, mengatakan warga yang rumahnya rusak mendapatkan bantuan bahan pokok. Terutama bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal karena rumah terbawa arus, sehingga barang-barang pribadi juga ikut hanyut.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Demak disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Di Desa Trimulyo, tiga lokasi tanggul mengalami kerusakan dengan panjang 30 meter dan 10 meter. Sementara di Desa Sidoharjo, tiga titik jebol dengan panjang 15 meter. Akibatnya, 2.116 rumah dan 7.606 jiwa terdampak. Jumlah warga yang mengungsi mencapai 2.839 orang, berasal dari sembilan desa di empat kecamatan.