BPBD: Huntap untuk korban bencana Pasaman Barat masih tahap evaluasi
BPBD: Rumah Permanen untuk Korban Bencana Pasaman Barat Masih dalam Evaluasi
Di Simpang Empat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat mengungkapkan bahwa distribusi rumah permanen (huntap) bagi warga yang terdampak bencana alam masih dalam proses penilaian oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Kita menerima 30 unit rumah permanen dari dana siap pakai BNPB, dengan nilai bantuan Rp60 juta per unit,” jelas Sekretaris BPBD Pasaman Barat, Refi Putra, pada Senin.
Dia menambahkan, setelah evakuasi selesai, dana bantuan tersebut akan disalurkan langsung ke rekening penerima. Selain itu, pembangunan rumah permanen dilakukan di lima kecamatan berbeda, yaitu tiga unit di Kinali, satu unit di Gunung Tuleh, tiga unit di Pasaman, 11 unit di Talamau, dan 12 unit di Ranah Batahan. “Empat unit akan dibangun di lokasi awal, sedangkan 26 unit lainnya di lokasi baru atau relokasi mandiri,” tuturnya.
“Percepatan pembangunan rumah permanen tidak hanya terkait fisik, tetapi juga memastikan semua prosedur berjalan sesuai aturan untuk menghindari hambatan di masa depan,” papar Refi Putra.
BPBD mengutamakan pengerjaan syarat administratif dan aspek teknis agar masyarakat terdampak bisa segera memiliki tempat tinggal layak. “Kita berharap bantuan rumah permanen dapat secepatnya terealisasi,” harapnya.
Pasaman Barat menjadi salah satu daerah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam pada akhir November 2025. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan. Menurut Refi Putra, bantuan untuk rumah rusak sedang disalurkan Rp450 juta untuk membangun 15 unit, sementara kerusakan ringan diberikan Rp555 juta untuk 37 unit rumah. Setiap unit rumah rusak sedang menerima Rp30 juta, sedangkan kerusakan ringan Rp15 juta.