BEI: Transparansi saham terkonsentrasi tinggi akan naikkan bobot RI

BEI: Pengungkapan Transparansi Saham Tinggi akan Dorong Peningkatan Bobot RI

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai melakukan pengungkapan saham-saham yang dinilai memiliki kepemilikan dominan (high shareholders concentration) sejak 2 April 2026. Menurut Jeffrey Hendrik, yang menjabat Direktur Utama BEI sementara, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pasar saham Indonesia di tingkat global.

Keterangan dari Jeffrey Hendrik

Jeffrey mengungkapkan bahwa kebijakan transparansi ini, secara berkelanjutan, akan membantu menaikkan bobot saham-saham Indonesia dalam indeks internasional seperti MSCI dan FTSE. “Dengan pasar yang lebih teratur, transparansi yang lebih baik, dan struktur kepemilikan yang lebih jelas, kita yakin bobot Indonesia bisa lebih tinggi,” jelasnya saat diwawancara di Gedung BEI, Senin.

“Dengan transparansi yang lebih baik, dengan pasar yang lebih dalam, dengan tata kelola yang jauh lebih baik ke depan, kami juga yakin untuk jangka panjang bobot Indonesia akan jauh lebih tinggi dari saat ini,” ujar Jeffrey.

Sementara itu, ia mengakui bahwa pengungkapan ini mungkin menyebabkan ketidakstabilan di pasar dalam waktu singkat. “Secara realistis, kita melihat potensi tekanan jual dari investor asing terjadi. Artinya, dengan transparansi dan tata kelola yang kita tingkatkan, ada kemungkinan indeks global provider menurunkan bobot untuk sementara,” tambah Jeffrey.

Alasan Penundaan Pengungkapan

Jeffrey menjelaskan bahwa BEI belum mengungkapkan seluruh metode penilaian kepemilikan tinggi secara rinci karena ingin menjaga objektivitas. “Jika seluruh proses diungkap, ada risiko pihak-pihak tertentu mengubah kondisi untuk sesuai dengan metode tersebut,” katanya. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah memastikan keputusan berdasarkan mekanisme pasar yang wajar dan terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *