Satgas ODC pastikan penegakan hukum anggota KKB Pulon Wonda sesuai SOP
Satgas ODC pastikan penegakan hukum anggota KKB Pulon Wonda sesuai SOP
Jayapura – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) telah menegaskan bahwa tindakan hukum terhadap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bernama Pulon Wonda dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kaops Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Rahmadani, mengatakan bahwa operasi penangkapan terhadap Pulon Wonda pada Selasa (2/4) berjalan efektif dan sesuai prosedur.
“Personel Satgas ODC sudah bertindak sesuai SOP saat menangkap Pulon Wonda di Kampung Pruleme, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya,” jelas Faizal Rahmadani saat dihubungi dari Jayapura, Senin.
Penembakan terhadap kaki Pulon Wonda terjadi karena ia berusaha melawan saat ditangkap dan mencoba melarikan diri. Menurut Faizal, tindakan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan operasi serta mencegah pelaku kabur. Saat ini, Pulon Wonda dirawat di RS Bhayangkara Jayapura setelah dievakuasi dari lokasi penangkapan.
Kasus Penembakan Sebelumnya yang Dilibatkan Pulon Wonda
Sebelumnya, Pulon Wonda terlibat dalam beberapa aksi kekerasan di Papua Tengah, terutama pada tahun 2010. Salah satu peristiwa adalah penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua yang dijabat Irjen Pol Tito Karnavian pada 28 November 2012. Aksi ini terjadi saat rombongan Kapolda hendak berkunjung ke Polsek Pirime, yang sebelumnya diserang dan dibakar oleh KKB, menyebabkan tiga anggota Polri gugur, termasuk Kapolsek Pirime Rolfi Takubessy.
Dalam tahun yang sama, pada 2010, anggota KKB melakukan penghadangan dan penembakan terhadap mobil Ranger Fort serta tukang ojek di Kali Semen Puncak Senyum, Kampung Wandenggobak, Distrik Mulia. Peristiwa ini memakan korban seperti Lince Telenggen yang terluka di kepala, Yainal dan Ahmad Soleha yang tewas, serta Yokilekwo yang terkena luka di siku tangan kanan.
Beberapa waktu kemudian, pada 2010, terjadi penembakan terhadap anggota Brimob dan Polres Puncak Jaya di Air Terjun Kampung Lumbuk Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, yang menyebabkan tiga personel terluka, yaitu Bripka Kamarul Huda, Brigadir Adam Anoh, dan Brigadir Hairudin Hamid.
Pada Januari 2012, di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, terjadi kontak senjata antara anggota Pos Merah Putih dengan KKB. Selanjutnya, pada 28 Januari 2012, penembakan terhadap anggota Brimob BKO Polres Puncak Jaya di Kampung Wandenggobak mengakibatkan Briptu Sukarno tewas akibat luka tembak.
Di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, pada 3 Desember 2012, Pulon Wonda melakukan penembakan terhadap warga sipil yang menewaskan Ferdy Turuallo (25 tahun). Pada 27 November 2012, KKB juga menyerang dan membakar kantor Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, dengan korban tewas meliputi Kapolsek Pirime Rolfi Takubessy, Brigpol Jefry Rumkorem, dan Briptu Daniel Makuker.
Pada 28 November 2012, terjadi penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian di Desa Nambume, Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya. Selain itu, pada 2014, KKB melakukan penembakan di Pirime yang menyebabkan dua anggota TNI-Polri terluka, termasuk Brigpol Rusdi yang tertembak di pinggang.