Latest Facts: Banjir Demak akibatkan satu korban jiwa
Banjir Demak Akibatkan Satu Korban Jiwa
Sembilan desa di Kabupaten Demak, yang terletak di empat kecamatan, dilanda banjir yang mengakibatkan satu nyawa tercegah. Seorang anak berusia delapan tahun menjadi korban, yang terbawa arus saat berjalan di sekitar rumahnya. Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Sukiyono, korban bernama AR, warga Dukuh Solodoko Wetan, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur.
Detik-Detik Kejadian
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi pada Jumat (3/4), saat tanggul Sungai Tuntang runtuh. Saat itu, korban bersama orang tuanya sedang berjalan menyusuri jalan desa yang tergenang. Namun, tanpa disadari, anak tersebut hanyut karena arus banjir yang deras. Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di hari berikutnya, Sabtu (4/4).
Korban diketahui berinisial AR (8) asal Dukuh Solodoko Wetan, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak,” kata Agus Sukiyono di Demak, Senin.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfhi, selain mengunjungi daerah terdampak, juga menyalurkan bantuan sebesar Rp236,98 juta dari berbagai sumber. Banjir tersebut disebabkan oleh debit air Sungai Tuntang yang melebihi kapasitas, akibat hujan deras di daerah hulu. Cuaca di Kabupaten Demak saat itu bersih, tetapi banjir terjadi karena kondisi air yang tidak terkendali.
Sejumlah lokasi tanggul Sungai Tuntang hancur, terutama di enam titik, menyebabkan air menggenang di pemukiman, tempat ibadah, sekolah, dan sawah warga. Di Desa Trimulyo, tiga titik tanggul jebol dengan panjang 30 dan 10 meter. Sementara Desa Sidoharjo, tiga lokasi dengan panjang 15 meter. BPBD mencatat total 2.116 rumah terendah dan 7.606 orang terdampak. Sebanyak 2.839 warga mengungsi dari sembilan desa yang terkena.
Kecamatan yang terkena meliputi Guntur (Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, Bumiharjo), Karangtengah (Desa Ploso), Wonosalam (Desa Lempuyang), serta Kebonagung (Desa Sarimulyo dan Solorire). Banjir terjadi pada Jumat (3/4) pagi, setelah tanggul pecah dan air mengalir deras ke permukiman warga.