Important Visit: Kaukus Parlemen akan kampanye perdamaian ke berbagai kedubes
Kaukus Parlemen akan Kampanye Perdamaian ke Berbagai Kedubes
Jakarta – Sebuah kaukus parlemen yang terbentuk dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI berencana melakukan kampanye perdamaian global ke sejumlah kedutaan besar di Indonesia. Upaya ini bertujuan untuk mendorong penghentian perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sebagai respons atas perubahan dinamika geopolitik yang kian memanas. Selain itu, kaukus juga ingin mengajak negara-negara lain untuk bersatu dalam menjaga keseimbangan keamanan internasional.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta, termasuk lembaga-lembaga resmi dan masyarakat,” tutur Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, yang hadir dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, Senin.
Kaukus yang terdiri dari 30 anggota ini didirikan untuk menunjukkan perhatian parlemen Indonesia terhadap isu perdamaian dunia. Doli menjelaskan bahwa bentuk ini menjadi bagian dari gerakan moral dan politik yang diharapkan bisa berkontribusi pada upaya menjaga amanat konstitusi. “Pembentukan kaukus muncul karena situasi global yang semakin kritis, terutama akibat konflik yang berlangsung sejak 2022,” katanya.
Konflik Rusia versus Ukraina memicu ketegangan global, yang kemudian berlanjut ke invasi Israel ke Palestina pada tahun 2023. Dalam beberapa bulan terakhir, eskalasi antara AS-Israel dan Iran membuat situasi geopolitik semakin rumit. “Perang ini tidak hanya mengancam kestabilan energi dan ekonomi, tetapi juga menyebabkan korban nyata di tingkat masyarakat,” tambah Doli.
Salah satu contoh dampak langsung adalah tewasnya tiga prajurit TNI akibat serangan Israel terhadap pasukan perdamaian PBB di Lebanon. “Karena itu, kami merasa perlu mengambil langkah konkret untuk menyuarakan penyelesaian konflik,” ujarnya. Menurut Doli, kaukus juga akan memperluas komunikasi dengan anggota parlemen lainnya, sehingga jumlah peserta bisa bertambah.
Doli menegaskan bahwa partai politik tidak menjadi penghalang dalam kegiatan kaukus. “Kami ingin gerakan ini melibatkan berbagai institusi, bukan hanya yang terlibat langsung,” katanya. Dengan dukungan lebih luas, kaukus berharap bisa menjadi pusat tekanan politik yang resmi, serta mendukung pemerintah dalam mengambil keputusan tegas untuk menciptakan perdamaian.