Latest Program: Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia kecam seluruh agresi militer

Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia Keluarkan Pernyataan Keras atas Agresi Militer

Jakarta – Sebuah kaukus parlemen yang terdiri dari 30 anggota DPR dan DPD RI mengeluarkan pernyataan keras terhadap berbagai bentuk agresi militer yang dilakukan pihak mana pun, dengan dampak yang menyebar hingga tingkat global. Kaukus ini dibentuk dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin sore.

“Parlemen Indonesia—DPR, DPD, MPR RI—secara tegas mengecam seluruh bentuk agresi militer yang memperluas konflik dan mengakibatkan korban di antara rakyat sipil,” ujar Ahmad Doli Kurnia Tanjung, yang mewakili kaukus tersebut.

Kaukus juga menolak penggunaan perang sebagai alat politik, mengingat perang tidak dianggap sebagai solusi yang sah dalam menyelesaikan konflik internasional dan bertentangan dengan prinsip hukum humaniter. Untuk itu, mereka menyerukan gencatan senjata dan henti perang segera. Gencatan senjata total serta tanpa syarat di seluruh wilayah konflik, termasuk Iran, Israel, dan Lebanon, dianggap penting untuk segera diterapkan.

Di sisi lain, kaukus menyoroti perlunya menjaga keamanan jemaah haji, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Ibadah haji akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang, sehingga keamanan bagi para jemaah menjadi fokus utama.

Doli menekankan bahwa deeskalasi konflik di seluruh wilayah Timur Tengah sangat diperlukan untuk memastikan kenyamanan jemaah haji yang akan segera dilaksanakan. Selain itu, kaukus mengingatkan pentingnya perlindungan warga sipil, tenaga medis, serta fasilitas publik. Legislator menuntut agar semua pihak menghormati Konvensi Jenewa dan menghentikan serangan terhadap kelompok-kelompok tersebut.

Indonesia, menurut Doli, memiliki peran penting dalam mempromosikan perdamaian dunia sesuai amanat Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu, kaukus mendukung pemerintah untuk mengambil sikap lebih tegas dan aktif dalam usaha menyelesaikan konflik, sekaligus memperkuat peran sebagai garda terdepan dalam mewujudkan perdamaian melalui diplomasi yang berpedoman pada koridor konstitusi dan kebijakan luar negeri bebas aktif.

“Kami menuntut jaminan keamanan penuh bagi seluruh pasukan perdamaian,” tambah Doli, merujuk pada serangan Israel terhadap pasukan UNIFIL di Lebanon yang menyebabkan gugur tiga prajurit asal Indonesia.

Sebagai langkah penyelesaian, kaukus mendorong diplomasi melalui dialog konstruktif dan mekanisme multilateral yang inklusif. Selain itu, mereka meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan konkret, seperti resolusi penghentian konflik dan mekanisme perlindungan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *