BPBD Magetan catat 84 kejadian bencana selama Maret 2026
BPBD Magetan Catat 84 Kejadian Bencana Selama Maret 2026
Magetan, Jawa Timur
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat 84 kejadian bencana terjadi di wilayah setempat sepanjang bulan Maret 2026. Eka Radityo, Kepala Pelaksana BPBD, menyatakan dalam wawancara di Magetan, Senin, bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi penyebab utama bencana, termasuk longsor, badai angin, hingga banjir. “Selama periode 1 sampai 31 Maret 2026, tercatat 84 kejadian bencana yang menyebar ke 14 kecamatan,” ungkapnya.
“Bencana-bencana ini menyebabkan dampak signifikan bagi masyarakat, seperti kerusakan infrastruktur dan kehilangan nyawa,” tambah Eka.
Dari total kejadian, satu orang dinyatakan meninggal dan lima orang mengalami cedera. Kerusakan material tercatat 13 rumah rusak, dua jalan terganggu, serta dua sepeda motor mengalami kerusakan. Dalam klasifikasi kejadian, angin kencang menjadi penyumbang terbesar dengan 37 kejadian, diikuti longsor sebanyak 18 dan banjir luapan 22. Selain itu, terdapat satu kejadian pencarian dan pertolongan, tiga kejadian evakuasi hewan, serta tiga tumpahan solar di jalan raya.
Sebaran Wilayah
Kecamatan Plaosan menjadi wilayah dengan kejadian bencana terbanyak, yaitu 18, sementara Magetan dan Poncol masing-masing tercatat 17 dan 14. Ngariboyo serta Kartoharjo mengalami delapan dan tujuh kejadian, sedangkan Sukomoro, Panekan, dan Sidorejo masing-masing terdaftar enam, tiga, dan tiga. Kawedanan dan Maospati memiliki dua kejadian, dan Karas, Karangrejo, Barat, serta Parang hanya satu kejadian masing-masing.
Eka menekankan bahwa data tersebut menunjukkan tingkat kerawanan bencana di Magetan masih tinggi. “Perlu peningkatan kesadaran masyarakat, kesiapsiagaan, serta kerja sama lintas sektor untuk mencegah dan mengatasi ancaman bencana di daerah ini,” jelasnya.