Key Strategy: Rekrutmen Akpol 2026, Polda Metro Jaya pastikan seleksi transparan
Rekrutmen Akpol 2026, Polda Metro Jaya pastikan seleksi transparan
Jakarta – Polda Metro Jaya berkomitmen untuk menjalankan proses penerimaan calon Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) TA 2026 secara transparan. “Rekrutmen Akpol bukan sekadar seleksi, tetapi bagian dari upaya strategis membangun Polri yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat,” ujar Asisten bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri, Irjen Pol Anwar dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin. Anwar juga menegaskan bahwa seluruh panitia diwajibkan menerapkan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, serta menghindari praktik korupsi atau bantuan dari pihak ketiga yang tidak sah.
“Kami pastikan proses rekrutmen Akpol 2026 dilaksanakan secara objektif, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak ada biaya tambahan yang diperkenalkan, serta tidak ada ruang bagi calo atau joki,” kata Kepala Biro (Karo) SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol Muh. Dwita Kumu Wardana.
Menurut Dwita, tahun ini penerimaan Akpol hanya melalui jalur reguler. Oleh karena itu, warga masyarakat diminta waspada terhadap pihak-pihak yang menawarkan bantuan untuk lolos seleksi dengan imbalan tertentu. “Kelulusan sepenuhnya bergantung pada kemampuan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi percaya pada pihak luar yang menyatakan bisa menjamin keberhasilan,” tambahnya.
Rangkaian Seleksi Akpol TA 2026
Seleksi untuk Akpol TA 2026 telah dimulai sejak 9–30 Maret 2026, dengan tahapan pendaftaran daring dan verifikasi. Selanjutnya, pada 31 Maret dilakukan pakta integritas, sementara pemeriksaan administrasi (rikmin) awal berlangsung pada 31 Maret–4 April. Tahapan berikutnya mencakup uji kesehatan (rikkes) tahap I pada 7–11 April, Computer Assisted Test (CAT) Psikologi pada 23–25 April, serta CAT Akademik, Uji Komputer, dan CAT untuk Inventory Pemeriksaan Mental Kepribadian (PMK) dan Asesmen Mental Ideologi (AMI) pada 6–7 Mei hingga 9–11 Mei.
Seleksi melanjutkan Uji Elektrokardiogram (EKG) pada 17–19 Mei, lalu Uji Kesamaptaan Jasmani (UKJ) dan Antropometri pada 21–24 Mei. Tahapan berikutnya adalah sidang menuju rikkes tahap II pada 4 Juni, dilanjutkan rikkes tahap II pada 5–6 Juni, PMK dan PSI tahap II pada 13–15 Juni, serta rikmin akhir pada 16–17 Juni. Proses berakhir dengan sidang akhir tingkat Panitia Daerah (Panda) pada 26 Juni 2026.
Seleksi Akpol TA 2026 juga melanjutkan tahapan di tingkat Panitia Pusat (Panpus) mulai 3 hingga 27 Juli 2026. Ini menjadikannya jalur dengan rangkaian ujian terpanjang dan terlengkap. Dalam Pengumuman Nomor: Peng/6/III/DIK.2.1./2026, jumlah peserta didik yang diterima sesuai kuota adalah 300 orang.