Cegah karhutla – Menhut tekankan Operasi Modifikasi Cuaca basahi gambut
Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan upaya pencegahan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, salah satunya dengan rewetting lahan gambut. "OMC ini tidak hanya dilakukan pada saat terjadi kebakaran hutan, tapi juga upaya preventif dimana kita melakukan rewetting atau pembasahan terhadap terutama lahan gambut yang tinggi muka air tanahnya sudah berkurang," kata Menhut Raja Juli Antoni dalam konferensi pers di Jakarta, Senin. Rewetting (pembasahan kembali) lahan gambut dengan menggunakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) merupakan upaya preventif untuk meningkatkan muka air tanah dan membasahi gambut untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Rewetting dilakukan dengan OMC yang memanfaatkan data saintifik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG sendiri memprediksi musim kemarau pada tahun ini akan berlangsung lebih awal dan lebih lama, yang dimulai pada April atau Mei, dengan puncaknya pada Agustus. "Kita akan memasuki musim kemarau, mulai di April atau Mei, puncaknya nanti di Agustus, kemudian nanti berakhir di bulan September atau awal Oktober," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.
Ia menambahkan BMKG terus memantau prakiraan cuaca untuk memprediksi kapan Operasi Modifikasi Cuaca untuk rewetting lahan gambut dapat dilakukan. "Kita coba melakukan rewetting ketika kita masih punya awan yang bisa kita semai dengan bahan semai, kemudian terjadi hujan itu dapat membasahi lahan gambut sehingga nantinya potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan ini dapat kita tekan semaksimal mungkin," kata Teuku Faisal Fathani. Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di daerah-daerah rawan karhutla pada musim kemarau, Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan BMKG, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan kementerian/lembaga terkait lainnya.