Visit Agenda: InJourney: Penerbangan di Bandara Soetta normal usai cuaca buruk

InJourney: Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Kembali Normal Usai Cuaca Buruk

Jakarta, Senin (25 Mei 2024) – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengonfirmasi bahwa kegiatan penerbangan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, telah pulih sepenuhnya setelah sebelumnya terganggu akibat kondisi cuaca yang memburuk. Menurut Yudistiawan, Assistant Deputy Communication and Legal di Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta, pengalihan penerbangan dilakukan karena cuaca ekstrem yang menghimpit area bandara.

“Sudah kembali normal, hanya terdampak delay karena ada yang di-holding, ada yang mendaratnya jadi terlambat, serta prosedur pengalihan,” ujarnya saat dihubungi ANTARA.

Meski begitu, kondisi cuaca buruk menyebabkan sejumlah kejadian seperti holding, go-around, atau pindah ke bandara lain untuk memastikan keselamatan penerbangan. Berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC), terdapat 12 penerbangan yang dialihkan, 14 yang melakukan holding, 13 yang melakukan go around, serta satu yang kembali ke apron (RTA). Keterlambatan masih terjadi karena penyesuaian jadwal sebelumnya.

Yudistiawan menambahkan, keputusan untuk menunda atau mengalihkan penerbangan diambil oleh pilot berdasarkan instruksi otoritas navigasi seperti AirNav Indonesia. Operasional kembali stabil sejak sekitar pukul 14.00 WIB, ketika hujan mereda dan kegiatan pendaratan serta keberangkatan pesawat berjalan bertahap.

“Hujannya selesai sekitar pukul 14.00 WIB. Sudah mulai mendarat satu per satu, yang berangkat juga,” terangnya.

Sementara itu, insiden plafon bocor hanya terjadi di satu titik, yaitu di Gate 7 Keberangkatan Internasional Terminal 3. Yudistiawan menjelaskan, hujan deras menyebabkan air merembes ke plafon hingga membuatnya jebol, namun tidak mengganggu proses penerbangan secara langsung. Tidak ada penumpang yang terdampak langsung karena area tersebut dibersihkan dan penumpang dipindahkan ke gate lain.

Sebagai langkah penanganan, pihak terkait melakukan lokalisasi area terkena air, membersihkan genangan, serta menata ulang ruang untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna bandara. InJourney Airports juga berencana mengevaluasi seluruh kondisi atap Terminal 3 guna mencegah kejadian serupa dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem.

Penyebab Gangguan Operasional

Badai cuaca ekstrem menjadi penyebab utama penundaan dan pengalihan penerbangan. Kondisi ini membuat beberapa pesawat terpaksa melakukan holding atau go-around. Selain itu, hujan deras menyebabkan plafon di Gate 7 rusak, tetapi tidak menghambat alur penerbangan.

Langkah Pemulihan dan Evaluasi

Setelah cuaca membaik, seluruh aktivitas penerbangan berjalan lancar. Pihak bandara memastikan area terdampak cepat diperbaiki, termasuk membersihkan genangan air dan mengamankan penumpang. Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan untuk mencegah risiko serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *