Main Agenda: Dewan Energi Nasional gandeng Pertamina-PLN bahas kompor listrik
Dewan Energi Nasional Gandeng Pertamina-PLN Bahas Kompor Listrik
Jakarta – Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mengoptimalkan penggunaan subsidi, Dewan Energi Nasional (DEN) berencana menggelar pertemuan dengan Pertamina dan PLN. Anggota DEN Unggul Priyanto mengatakan bahwa rapat tersebut akan membahas langkah transisi dari penggunaan kompor gas ke kompor listrik. “Pemangku kepentingan sudah cukup banyak mendiskusikan, dan hari Rabu (8/4) ini saya telah mengundang mereka. Nanti akan kami lanjutkan,” jelas Unggul kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Persiapan Perusahaan Disiapkan
Dalam diskusi, DEN akan mendengar laporan dari Pertamina dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) terkait pasokan dan konsumsi LPG di Indonesia. Sementara itu, PLN diminta menjelaskan kesiapan perusahaan dalam menyediakan listrik jika program peralihan kompor gas ke kompor listrik dijalankan. Unggul menilai krisis energi global menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat transisi ini.
“Ke depan, subsidi LPG sebaiknya dikurangi dan dialihkan ke listrik. Listrik lebih mudah dikontrol,” ujarnya.
Pertimbangan Biaya dan Harga Global
Perspektif Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menekankan bahwa biaya transisi ke kompor listrik lebih efisien dibandingkan subsidi impor LPG. Hal ini disebabkan harga LPG sangat dipengaruhi fluktuasi harga minyak internasional yang kini mencapai di atas 100 dolar AS per barel. “Indonesia mengimpor 75–80 persen kebutuhan LPG, yang selaras dengan harga minyak mentah,” tambah Eddy.
Menurut Eddy, transisi ini juga bertujuan mempercepat elektrifikasi di sektor transportasi, industri, dan kebutuhan memasak. Ia menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah untuk menekan ketergantungan pada impor energi.
Program Peralihan Dihentikan
Sebelumnya, program transisi kompor LPG 3 kilogram ke kompor listrik sempat digagas selama masa kepemimpinan Joko Widodo. Namun, pada September 2022, PLN memutuskan menunda rencana tersebut demi menjaga stabilitas perekonomian masyarakat pasca-pandemi. Meski demikian, wacana transisi kembali muncul dalam diskusi DEN saat ini.