Meeting Results: IDAI: Baliho “Aku Harus Mati” bisa berdampak buruk pada remaja rentan
IDAI: Baliho “Aku Harus Mati” Memicu Risiko Kesehatan Mental pada Remaja Rentan
Jakarta – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa baliho promosi film horor “Aku Harus Mati” berpotensi memengaruhi kondisi psikologis remaja, terutama mereka yang memiliki gangguan mental. Dalam sesi media briefing di Balai Budaya, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, menyoroti bahaya visual menyeramkan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa hampir 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Bagi kelompok ini, baliho dengan narasi dan desain yang mengandung kesan mencekam bisa memicu gagasan negatif. “Remaja dengan kondisi mental rentan mungkin akan terpengaruh, terutama jika melihat baliho dengan judul seperti ‘Aku Harus Mati’,” ujarnya.
“Anak-anak yang depresi berat, jika menonton banner ini, bisa jadi menguatkan keinginan untuk bunuh diri,” kata dr. Piprim.
Dokter Piprim juga mengingatkan bahwa konten di ruang publik perlu dirancang dengan bijak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara produsen film dan ahli psikologi untuk menghindari dampak buruk pada penonton. “Kita harus memastikan pesan yang disampaikan tidak hanya menarik, tapi juga bermanfaat,” imbuhnya.
Sementara itu, promosi film horor tersebut menuai kritik dari masyarakat dan para ahli. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, setelah menerima laporan, mengambil langkah dengan menurunkan baliho berkalimat dan visual menakutkan di sejumlah titik. Langkah ini diambil guna melindungi kelompok rentan yang mungkin terganggu oleh pengaruhnya.
IDAI menyarankan para pelaku kreatif untuk lebih hati-hati dalam menyusun materi promosi. “Ayolah produsen film berdiskusi dengan psikolog anak, agar konten tetap menarik tapi tidak merusak,” tegas dr. Piprim. Kebutuhan ini semakin penting mengingat pengaruh visual yang kuat bisa menciptakan kebingungan pada anak-anak yang masih berkembang.