Latest Program: IDAI tekankan pentingnya standar keamanan pangan dalam Program MBG
IDAI tekankan pentingnya standar keamanan pangan dalam Program MBG
Jakarta – Dalam rangka menjawab kejadian keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan kembali perlunya standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), setelah menghadiri acara media briefing di Balai Budaya, Jakarta, Senin (2/4).
“Nama programnya makan bergizi gratis, tetapi yang menjadi dasar utama adalah kepatuhan terhadap standar keamanan pangan,” ujarnya.
Menurut dr. Piprim, proses persiapan, pengolahan, hingga penyajian makanan dalam Program MBG harus memenuhi persyaratan yang ketat agar tidak menyebabkan dampak negatif bagi peserta program. “Jika jarak antara waktu memasak dan penyajian terlalu lama, risiko pertumbuhan bakteri meningkat,” tambahnya.
Sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur diduga mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan yang diberikan dalam Program MBG pada Kamis (2/4). Kebanyakan korban adalah murid SD yang harus dirawat di rumah sakit. Untuk mencegah terulangnya insiden serupa, dr. Piprim menekankan perlunya audit menyeluruh ke seluruh tahapan pelaksanaan program, mulai dari pengadaan makanan hingga pendistribusian.
“Ini berdampak pada nyawa manusia, sehingga audit harus dilakukan secara ketat,” ujarnya.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi IDAI, dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A, SubspKardio(K), juga memberikan pernyataan serupa. Ia menyatakan bahwa IDAI mendukung Program MBG tetapi menyoroti kebutuhan perbaikan tata kelola. “Program ini tidak perlu ditolak, tetapi kita harus meningkatkan pengelolaannya,” katanya.
Menurut dr. Rizky, setiap kejadian keracunan pada peserta MBG harus diikuti evaluasi menyeluruh. “Jika ada satu kasus, langsung lakukan audit, jangan remehkan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan penerapan standar keamanan pangan yang optimal.