Historic Moment: Ditendang Trump, Pemasok Senjata Canggih AS Mau Ditampung Negara Ini
Ditendang Trump, Pemasok Senjata Canggih AS Mau Ditampung Negara Ini
Konflik antara pemerintahan Donald Trump dengan perusahaan AI Anthropic memicu perhatian Inggris yang mencoba mengundang perusahaan tersebut untuk berkembang di sana. Setelah diusir dari AS, Inggris memberikan tawaran menarik untuk memperluas kehadiran Anthropic. Berdasarkan laporan Financial Times yang dikutip Reuters, pemerintah Inggris mengajukan proposal yang mencakup beberapa aspek, seperti pembukaan kantor di London dan penerbitan saham ganda. Proposal ini akan disampaikan kepada CEO Anthropic, Dario Amodei, selama kunjungan akhir Mei.
Anthropic, yang sebelumnya menjadi mitra ‘tool’ AI militer AS, kini masuk dalam daftar hitam pemerintahan Trump. Status ini ditetapkan karena perusahaan tersebut dianggap berpotensi mengancam rantai pasokan keamanan nasional. Konflik memuncak ketika Anthropic menolak izin penggunaan chatbot AI Claude oleh militer AS untuk pengembangan senjata otonom atau pemantauan warga negara. Trump menyebut Anthropic sebagai perusahaan ‘sayang kiri woke’ yang berisiko membahayakan nyawa warga AS.
“Anthropic adalah ancaman bagi keamanan kita. Mereka menolak mengizinkan militer AS menggunakan teknologi mereka untuk tujuan pertahanan,” ujar Trump dalam pernyataan terkait.
Tetapi, WSJ melaporkan bahwa tool AI Anthropic tetap digunakan dalam operasi militer melawan Iran pada 28 Februari 2026. Seorang hakim AS sebelumnya memblokir daftar hitam tersebut, dan perusahaan sedang mengajukan gugatan kedua terkait risiko rantai pasokan yang ditetapkan pemerintah AS.