Historic Moment: Rute Mangkunegaran Run 2026 bersertifikasi internasional
Rute Mangkunegaran Run 2026 Dapat Sertifikasi Internasional
Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah acara lari Mangkunegaran Run 2026 yang telah resmi memperoleh sertifikasi dari badan atletik global. Sertifikasi ini bertujuan untuk menaikkan kualitas acara, sekaligus menjamin keakuratan jarak, keselamatan peserta, serta pengakuan internasional. Dalam keterangan resmi, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X menjelaskan pentingnya sertifikasi lintasan lari.
Sertifikasi lintasan lari diperlukan agar standar kualitas, keamanan, dan keadilan terjamin dalam lomba. Sertifikasi ini memastikan jarak lintasan akurat, permukaan aman untuk mengurangi risiko cedera, serta diakui secara global.
Proses pengukuhan dilakukan langsung oleh perwakilan badan atletik dunia yang berkunjung ke Solo. Mangkoenagoro X menegaskan, seluruh aspek lintasan telah diverifikasi sesuai standar internasional. Acara ini juga bagian dari Adeging Mangkunegaran, dengan peserta mencapai lebih dari 7.700 orang di tiga kategori: 5K, 10K, dan half marathon.
Mangkunegaran Run, yang memasuki tahun keempat, terus menghadirkan inovasi dalam menyampaikan budaya kepada masyarakat. Menurut Mangkoenagoro X, acara ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga wadah interaksi sosial yang menggabungkan olahraga, sejarah, dan kearifan lokal.
Wali Kota Solo, Respati Adi, mengapresiasi pertumbuhan peserta yang pesat. “Perkembangan positif terlihat jelas, terutama dari partisipasi masyarakat dan partisipasi komunitas yang meningkat setiap tahun,” ujarnya. Ia menyoroti keunikan rute lari yang melewati lokasi bersejarah, memberi pengalaman berbeda bagi peserta.
“Kami melihat perkembangan yang sangat positif, terutama dari sisi partisipasi dan antusiasme masyarakat. Setiap tahun jumlah peserta meningkat, dan makin banyak komunitas yang terlibat,” katanya.
Dukungan dari Permata Bank menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kegiatan olahraga aktif. Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyebutkan kontribusi perusahaan dalam program ini mencakup konversi jarak tempuh peserta menjadi penanaman 5.000 pohon di Bukit Tigapuluh, Jambi, untuk menjaga habitat gajah Sumatra.
Co-Founder dan COO Katadata Indonesia, Ade Wahyudi, menyoroti dampak ekonomi acara tersebut. “Berdasarkan survei Katadata Insight Center, nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp40 miliar. Rata-rata pengeluaran pelari mencapai Rp2,5 juta di luar biaya tiket,” katanya. Ia menambahkan, kegiatan ini juga meningkatkan omzet usaha lokal dan jumlah pengunjung selama pelaksanaan.