Historic Moment: Tadej Pogacar menangi Tour of Flanders untuk ketiga kalinya

Tadej Pogacar Menangi Tour of Flanders untuk Ketiga Kalinya

Jakarta – Tadej Pogacar kembali meraih kemenangan di Tour of Flanders, Belgia, pada Minggu (5/4) waktu setempat. Pebalap yang juga juara dunia itu mengalahkan rival utamanya, Mathieu van der Poel, dengan selisih 18 km saat tiba di garis finis. Van der Poel sempat berusaha memperebutkan kemenangan keempatnya dalam balapan Monumen musim ini, namun Pogacar justru meraih kemenangan beruntun kedua setelah memenangi Milan-San Remo bulan lalu.

“Balapan hari ini sangat hebat, saya tidak tahu harus bilang apa. Sangat berat sejak kilometer tak terduga,” ujar Pogacar, dikutip The Guardian, Senin. “Saya tidak sering turun balapan, jadi setiap kali naik ada tekanan untuk menang. Sampai sekarang, semuanya berjalan baik, jadi saya senang. Minggu depan ke Roubaix, saya datang dengan motivasi, tapi juga ingin menikmati medan berbatu,” tambahnya.

Sementara itu, Pogacar sempat mengetahui bahwa dirinya masuk dalam daftar hingga 20 pelari yang bisa dikenai sanksi dari otoritas Belgia. Ia mengabaikan lampu merah di perlintasan kereta api, bersama sejumlah pebalap terdepan, meski peloton utama terhenti sesuai aturan. Aksi itu dilakukan demi mengejar grup paling depan, meskipun ada peringatan dan risiko kereta melintas.

Kantor jaksa wilayah East Flanders menyatakan akan mengidentifikasi pelanggar dan menyusun laporan. Pogacar mengklaim ia dan beberapa pebalap lain tertunda menyadari menyala lampu merah. Aksi tersebut memicu kontroversi, tapi tidak mengurangi prestasinya.

Monumen Balapan: Sejarah dan Prestasi

Balapan Monumen, seperti Tour of Flanders, merupakan serangkaian lomba satu hari legendaris dengan riwayat panjang. Total ada lima balapan tipe ini: Milan-San Remo (Italia), Tour of Flanders (Belgia), Paris-Roubaix (Prancis), Liege-Bastogne-Liege (Belgia), dan Il Lombardia (Italia). Pogacar kini memiliki 12 kemenangan dalam ajang Monumen, membuatnya menempati peringkat kedua dalam daftar sepanjang masa, hanya tertinggal dari Eddy Merckx yang mengoleksi 19 gelar.

Dengan tiga kemenangan dalam satu musim, Pogacar berpeluang menambah koleksinya jika mampu memenangi Paris-Roubaix akhir pekan depan. Hasil itu akan membuatnya bergabung dengan Merckx serta dua pebalap Belgia, Rik Van Looy dan Roger De Vlaeminck, sebagai pebalap yang memenangkan kelima Monumen.

Di balapan ini, Remco Evenepoel, juara Olimpiade dua kali, finish di posisi ketiga, mengungguli Wout van Aert, rekan sebangsa. Meski ada insiden lampu merah, prestasi Pogacar tetap menjadi sorotan utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *